Virus Corona di Mata Petani Bulukumba

RUBRIK.co.id,Bulukumba- Situasi yang tengah membuat banyak masyarakat mulai gelisah terkait meningkatnya kasus virus COVID-19 atau virus corona di Indonesia, ternyata tidak membuat para petani urung beraktivitas. Mereka menilai, tetap bekerja di bawah terik matahari adalah cara yang sehat, ketimbang berdiam di rumah.

Seperti yang dikatakan oleh Supriyadi 33 , petani di desa Bontonyeleng kecamatan Gantarang Bulukumba Sulawesi Selatan mengatakan saat tubuh berhadapan dengan situasi terik matahari adalah cara yang bisa mendapatkan kekebalan dari serangan virus Covid-19.

“Jauh sebelum ada soal virus Corona atau Covid-19 ini, kami para petani sudah tahu bahwa terik matahari adalah salah satu hal yang bisa membuat seseorang itu sehat. Tapi bukan berarti harus berpanasan dari pagi hingga sore, namun ada waktunya juga untuk berteduh dan berisitirahat,” kata Supriyadi.

Ia menyebutkan, selain bicara soal bekerja di sawah dan kebun dalam situasi yang panas untuk membuat seseorang itu lebih bugar.

” Mau tidak mau petani harus tetap merawat tanaman padi yang sudah ada hal ini mengingat, akan masuknya bulan Ramadan dan setelah itu lebaran, maka ekonomi perlu untuk ditingkatkan”, kata H.Hasan petani lainya.

Menurut H. Hasan apabila petani memilih diam di rumah, maka ekonomi petani bakal terganggu. Karena tidak tau hal apa yang akan dilakukan, apabila hanya duduk berdiam diri di rumah.

Cuaca yang belakangan ini cerah , adalah petunjuk bahwa Sang Pencipta memberikan jalan yang mudah untuk makhluknya.

“Kalau dipahami betul, terutama untuk petani ini, kenapa harus takut dengan virus Covid-19 itu. Cuaca yang cerah ini bukankah sebuah petunjuk, bahwa selagi ada cuaca cerah, tubuh manusia yang akan merasakan panas, dan tidak bisa bagi virus untuk menyerang. Jadi, syukuri saja,” tutupnya. (**)

Komentar