RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Jumlah positif Corona (Covid-19) di kabupaten Bulukumba sampai Selasa 19 Mei 2020 tercatat sudah 10 pasien.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan dari masyarakat sudah seharusnya meningkat. Seperti yang selama ini diinginkan gugus tugas Covid-19 kabupaten Bulukumba
Sayang, penambahan kasus positif hanya sekadar angka statistik. Sebagian masyarakat tak peduli. Bahkan terkesan cuek dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini.
Edaran maupun imbauan pemerintah, soal social serta physical distancing, tak membekas. Setidaknya terlihat saat ngabuburit. Menjelang buka puasa maupun tempat berkumpulnya warga di tempat-tempat keramaian di sepanjang jalan dalam kota
Kendaraan roda dua dan roda empat bersileweran. Ditambah dengan banyaknya pedagang musiman yang berjualan, pakaian, makanan serta di minuman di pinggir jalan. Kondisi tersebut memang lazim terlihat. Saat bulan Ramadan. Hanya saja, Ramadan tahun ini berbeda.
Umat muslim tahun ini harus menjalani puasa di tengah pandemi Covid-19. Keramaiannya tetap terjadi. Sama seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Terutama ketika menjelang buka puasa, meski ada virus Korona yang mengintai.
Yang berbeda, beberapa pengendara nampak menggunakan masker. Tapi tak sedikit pula yang abai dengan masker. Salah satu imbauan yang diberikan pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
”Kalau saya milih tetap pakai masker,” kata Arfan salah satu pengendara yang sedang berhenti di depan salah satu penjual Takjil di jalan Sultan Daeng Raja (eks pasar lama)
Kemarin, Arfan harus keluar rumah mencari takjil untuk dia berbuka puasa. Pilihannya jatuh di Jalan Sultan Daeng Raja . Sepanjang jalan, terdapat penjual minuman dan makanan.
Kata Arfan virus Korona menuntutnya untuk tetap waspada. Itu sebabnya saat keluar kemarin, dia memilih menggunakan masker. Apalagi pemerintah sudah menyarankan setiap warga, apabila keluar rumah harus memakai masker.
Selain itu, dia tak mau berlama-lama di luar. Setelah transaksi selesai, Arfan memilih untuk langsung pulang.
”Kita jaga-jaga saja kan. Lihat-lihat juga penjualnya, kalau agak meragukan, saya gak mau beli di sana,” ujarnya.
Subaeda (45) seorang ibu rumah tangga (IRT) mengatakan kalau dirinya bersama keluarga ke tempat perbelajaan untuk membeli kebutuhan menjelang lebaran idul Fitri.
Subaedah mengakui saat ini pusat-pusat perbelanjaan seperti penjual pakaian jadi dipadati oleh warga, ini juga dikarenakan untuk membeli pakaian baru untuk digunakan di hari raya idul Fitri.
” Susah kita tidak ke toko beli pakaian pak, karena tiap tahun kita begini membeli pakaian baru dan kebutuhan untuk hari Raya,” Ucapnya.
Bupati Bulukumba AM.Sukri Sappewali sebelumnya sudah sering menhimbau warga agar selalu bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan mengikuti anjuran pemerintah mulai menggunakan masker, jaga jarak dan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan namun Himbauan tersebut hanya isapan jempol semata, ini dibuktikan dengan masih banyaknya warga yang tidak mau ikut Himbauan pemerintah. (**)
Komentar