RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Berbekal dari Youtube warga Dusun Paobeccenge Desa Bontonyeleng kecamatan Gantarang kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan sulap bambu menjadi miniatur kapal pinisi berbagai ukuran.
Saat Rubrik.co.id berkunjung ke rumahnya, Safaruddin tengah mengerjakan satu miniatur kapal pinisi ukuran besar dengan memasang pernak-pernik kapal. Proses pembuatan miniatur tersebut, bahan baku yang digunakan jenis bambu atau bambu petung yang sudah tua.
Alat yang digunakan juga terbilang sederhana, seperti gergaji, golok, pisau cutter, lem alteco, tali nylon, bor kecil serta alat semprot (spray gun) untuk pelapis bambu dengan pernis.
Pengerjaan kerajinan miniatur kapal pinisi tersebut dilakukan bapak ini sendiri, mulai dari mencari bahan bambu, memotong dan membelah bambu, perendaman sampai merakit hasil akhir.
Karya Safaruddin patut diajungi jempol, ketika melihat minitur kapal pinisi buatan Petani ini. Mata dibuat takjub, dengan detail Safaruddin merakit pernak-pernik kapal mulai dari dek kapal, tiang layar hingga layarnya, pagar disekeliling kapal bahkan sampai ukuran anak tangga kecil sekalipun.
Sembari merakit miniatur kapal pinisi dari bambu dan memasang pernak-pernik kelengkapan miniatur kapal, Safaruddin mengatakan, miniatur kapal yang sedang dibuatnnya masih terkendala pemasaran.
“Saya sudah buat beberapa miniatur kapal dari berbagai ukuran, namun kendala sekarang pak pemasaranya,” kata Safaruddin kepada Rubrik.co.id Kamis 6 Agustus 2020 dirumahnya.
Supaya lebih tahan lama atau tidak mudah bubukan, kata Safaruddin, miniatur kapal pinisi dari bambu direndam air bercampur garam terlebih dulu meski sebelumnya sudah direndam.
Ditambahkan Safaruddin , Bontonyeleng adalah salah satu Desa yang tempat tumbuh suburnya tanaman bambu ,yang begitu banyaknya berserakan di kebun karena tiap tahun harus di pangkas karena dinilai akan menganggu tanaman lain.
“Dari pada hasil pangkas itu terbuang sia-sia lebih baik di buat sebuah karya yang bernilai,” Kata Safaruddin.
“Untuk finishing, miniatur kapal ini saya lapisi dengan pernis. Tujuannya, agar permukaan bambu supaya lebih tahan lama dan mengkilap. Selain itu juga, agar tetap menjaga keaslian warna bambu seperti aslinya,”ujarnya.
Bambu tersebut, lanjut Safaruddin dipotong berukuran satu ruas bambu dan dibelah menjadi beberapa bagian. Setelah itu direndam dengan air garam selama dua minggu , lalu dijemur selama satu hari baru bisa digunakan.
“Kita kasih juga obat supaya tambah kuat dan tidak gampang putus saat proses penipisan bambu. Kalau obat insektisida regent, yakni untuk menghindari agar bambu tidak mudah bubukan,”ucapnya.(**)
Komentar