RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Hujan yang mengguyur Desa Tanuntung, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 27 Agustus 2020 sore, tak menyulut semangat masyarakat untuk berkumpul di Lapangan Tanuntung.
Ratusan masyarakat tersebut sengaja hadir untuk bertatap muka dengan bakal calon bupati dan wakil bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf-And Edy Manaf (Andi Utta-Edy Manaf).
Andi Utta-Edy Manaf bak seorang artis di Kecamatan Herlang, masyarakat rebutan meminta foto dan bersalaman.
Sosialisasi tersebut dihadiri beberapa tokoh mayarakat, seperti Mantan Camat Herlang, Andi Agung, dan juga Karaeng Caccing.
Orasi politik Andi Utta, sapaan Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan semangat baru kepada masyarakat.
Andi Utta mengaku hadir untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat, baik dari sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata.
Pengalamannya selama 38 tahun membangun usaha mulai dari nol hingga memiliki belasan perusahaan, menjadi salah satu modal besar Andi Utta.
Kembali ke Bulukumba, bukan mencari zona nyaman, tapi justru keluar dari zona nyaman dan bahagianya.
“38 tahun saya tinggalkan Bulukumba. Saya melihat tidak begitu banyak perubahan, sehingga saya merasa terpanggil, ini keluar dari zona nyaman, keluar dari zona bahagia. Tapi ini untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat Bulukumba,” kata Andi Utta.
Empat empat filosofi yang disampaikan Andi Utta, yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Yang pertama adalah wawasan yang cukup.
“Kenapa wawasan, katena tidak akan mungkin kita mengajari begitu banyak, melakukan kerja banyak jika tak memiliki wawasan,” jelas Andi Utta.
Kedua, pemimpin harus tegas. Ketegasan seorang pemimpin bisa dilihat dari cara mereka menempatkan orang sesuai dengan bidang keahliannya.
Jika ahli pertanian, jangan diberikan jabatan atau di simpan di perhubungan, karena pada dasarnya sudah tidak sesuai.
“Selanjutnya jujur. Kapan tidak jujur, jangan harap pembangunan seperti Bantaeng misalnya atau Sinjai. Kalau pemimpin hanya harap amplop atau yang ada isinya, jangan harap akan yang lebih baik,” tambahnya.
Filosifi yang keempat adalah cukup harta. Andi menilai, orang yang memiliki harta yang cukup saja masih ada yang terlibat korupsi, terlebih jika pada dasarnya tidak memiliki harta yang cukup.
“Dan Alhamdulillah, saya kembali ke Bulukumba karena saya sudah punya yang keempatnya,” kata Andi Utta disamput sorak tepuk tangan.
Sementara Andi Edy Manaf membeberkan alasannya bertarung kembali di Pilkada Bulukumba 2020.
Menurut Edy Manaf, politik adalah pengabdian, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
“Kenapa Andi Edy Majumi seng, karena politik adalah pengabdian, saya berpaket bukan karena kepentingan pribadi. Kalau pribadi, nda mungkin saya tinggalkan anggota DPRD. Gaji anggota dewan lebih tinggi dari wakil bupati,” kata Andi Edy. (**)






