RUBRIK.BULUKUMBA- Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menyatakan mayoritas angkutan umum di wilayah ini tidak layak beroperasi karena kondisinya tidak memenuhi persyaratan untuk diberikan izin operasional.
“Kita di Bulukumba ada sekitar puluhan angkutan kota (Angkot) , akan tetapi semua sudah tidak ada memenuhi syarat , karena sudah usia tua, tidak layak, sehingga kita tidak berani4 mengeluarkan izin,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba H. M. Khaerul Nur.
Menurut dia, mayoritas angkutan kota (angkot) di Bulukumba tidak layak beroperasi karena usia armada sudah tergolong tua, hal itu dikarenakan pengusaha maupun pemilik angkutan enggan melakukan peremajaan atau memperbaharui baik komponen maupun busnya.
“Angkutan umum itu kita rutin setiap tiga bulan sekali kita melakukan pembinaan baik itu kru angkutan umun dalam kota maupun luar kota. pengusaha bus-nya, itu rutin kita laksanakan, namun demikian kalau kita melihat semangat mereka pengusaha yang punya bus itu malas kalau mau meremajakan busnya,” katanya.
Jadi, sepertinya mereka hanya mau menunggu kendaraan tu sampai tidak layak pakai, kalau masih layak ya akan jalan terus, kalau tidak ya sudah maunya berhenti, katanya.
Khaerul mengatakan, meski mayoritas angkutan umum tidak layak pakai, namun pengusaha tetap mengoperasikan armada untuk mengangkut penumpang, namun pihaknya tetap tidak dapat melakukan tindakan, kecuali angkutan tersebut kedapatan atau terjaring razia atau operasi petugas gabungan.
“Kayaknya iya (beroperasi), jadi kita kalau pas ada operasi baru kita tindak, kalau nggak kita tidak bisa berbuat banyak, sehingga itu (penindakan) ranahnya kita libatkan kepolisian. Biasanya di Bulukumba ada operasi sendiri, karena kita juga diminta membantu kabupaten,” Jelasnya.
Menurut dia, pemilik angkot enggan meremajakan angkutan umum karena kemungkinan sekarang ini bisnis jasa transportasi tersebut sudah lesu yang diakibatkan karena minim penumpang, bahkan di daerah tertentu sudah tidak ada penumpang, sehingga pendapatan minim.
“Kalau penumpang tidak ada, penghasilan minim mau menanamkan modal untuk angkutan umum kan berat, kalau ada penumpang pagi sama siang saja pas jam sekolah, itupun tidak bisa penuh,” katanya. (**)
Komentar