RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Pendangkalan sungai Bialo kelurahan Benttenge kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba yang selama ini dikeluhkan nelayan akhirnya mulai dikeruk.
Pengerukan dilakukan oleh bakal calon Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dengan menerjunkan alat berat berupa eskavator.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan para nelayan yang kesulitan untuk masuk ke area dermaga saat air pasang surut.
Sebagai orang yang dekat dengan nelayan, ia langsung melakukan langkah nyata dengan membantu para nelayan.
“saya buktikan dengan kerja, bukan sekedar janji, semoga apa yang saya lakukan ini bisa membantu para nelayan di kelurahan Benttenge,” Kata Andi Muchtar Ali Yusuf .
Andi Utta sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf mengatakan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan bukan kewenangannya, namun ia terpanggil untuk membantu para nelayan di sekitar muara sungai yang selama ini berharap muara sungai tersebut dikeruk.
Menurut salah seoran nelayan, Asfar mengatakan saat ini kondisi kedalaman air pada muara sungai Bialo itu diperkirakan di bawah 50 centimeter sehingga kapal kecilpun sering kandas atau tertahan sehingga tidak jarang ada kapal nelayan yang kandas.
Nelayan setempat sudah jera dengan konsisi muara itu, apabila kondisi air sungai sedang surut maka perahu dan kapal harus membongkar hasil tangkapan di luar muara dan melakukan transit mengunakan perahu bantuan untuk menuju daratan atau TPI.
“Kedalamannya itu terkadang di bawah setengah meter, dari dulu kami minta dilakukan pengerukan namun tidak pernah terealisasi,” Kata Asfar.
“Kalau kami bisa kerja mudah pastilah ekonomi keluarga semakin sejahtera, kita tidak mengimpikan kaya namun kita berharap pemerintah peduli kepada nelayan kedepan, dan kami yakin pak Andi Utta-Andi Edy Manaf bisa lakukan itu,” Ucapnya.
Bantuan alat berat untuk dilakukan pengerukan di muara sungai Bialo adalah harapan nelayan selama ini.
” Terimah kasih tak terhingga kami ucapkan kepada bapak Andi Utta yang telah membantu kami untuk mengeruk muara sungai Bialo,”ujaranya. (**)
Komentar