Berpindah Hati ke Harapan Baru , Bunda Mawar Diserang Kampanye Hitam

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Pemilik usaha pijat refleksi, Bunda Mawar, angkat bicara terkait beredarnya foto sarung berlabel ‘Harapan Baru’ yang merupakan tagline paslon Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf.

Sebelumnya, Bunda Mawar dituding telah membuat sarung berlabel Harapan Baru, mirip dengan sarung berlogo Kacamatayya yang beredar beberapa waktu.

Bunda Mawar menjelaskan, bahwa sejak bergabung di Harapan Baru tak pernah membuat apalagi membagikan sarung. Dia pun secara keras mengecam upaya pihak yang menjelekkan dirinya secara pribadi dan sebagai pendukung HB.

“Saya tidak pernah buatkan Harapan Baru sarung, apalagi menempelkan logo atau semacam label-pabel. Itu kerjaan orang sakit hati,” tegas Bunda Mawar, Jumat 6 November 2020.

Terkait foto yang beredar, Bunda Mawar menduga hal tersebut sebagai hasil editan oleh oknum yang tidak senang setelah dirinya bergabung mendukung Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf.

“Itu hasil editan. Karena saya tidak pernah buat sarung begitu. Saya ikhlas bergabung ke HB karena panggilan hati, jadi kenapa ada yang tidak setuju atau sakit hati mungkin,” tegasnya lagi.

Ketua Tim Pemenangan Harapan Baru, H Patudangi Azis, mengakui adanya serangan kampanye hitam atau black kampagn yang kepada pihaknya. Pihaknya mengaku tak akan tinggal diam karena itu tidak sesuai fakta sebenarnya.

“Kita ini tim setiap kerja-kerja ada bagian. Kalau ada unsur rekayasa bukan fakta, kita akan laporkan ke pihak berwajib,” tegas Patudangi Azis.

Wakil Ketua DPRD Bulukumba itu menegaskan bahwa tim Paslon Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf juga tak pernah membagikan sarung berlabel HB.

“Itu bukan karakter kami. Kami Tim HB tidak pernah membagi-bagi sarung. Jangankan membagi, membeli saja tidak pernah,” kata Patudangi Azis.

Legislator Gerindra itu meminta seluruh tim untuk tidak terpancing dengan provokasi jelang pilkada. Apalagi katanya menurut survei, HB telah unggul telak atas rivalnya.

“Kita ini sudah unggul telak di beberapa lembaga survei. Tim kami tengah fokus pemenangan, jangan terpancing dengan isu klasik yang memecah belah dan merusak pesta demokrasi,” tutupnya di sela kegiatan jelang debat kandidat di Makassar.(**)

Komentar