Tak Terima Saudaranya Dikasari Saat Ditagih Utang, Sang Adik Parangi Debt Collector

IMG 20221130 27350
Ilustrasi

RUBRIK.co.id- Seorang Debt Collector atau penagih hutang berinisial S menjadi korban tebasan senjata tajam yang dilakukan oleh T yang tidak lain adalah saudara dari nasabah pinjaman online (pinjol) di Jalan Pakis Gunung, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Informasinya T membacok S karena merasa tidak terima korban yang menagih hutang pinjol ke KT dengan cara kasar yang tidak lain adalah saudara T pada minggu pekan lalu.

Hal ini dibenarkan oleh kasat Reskrim Kepolisian Sektor Sawahan Inspektur Polisi Satu Hafis Mokoginta.

Hafis menjelaskan kalau kasus penganiayaan tersebut saat ini masih sementara proses penyelidikan. Korban dengan pelaku akan segera dipanggil untuk di periksa.

Menurut Hafis kalau kejadian itu terjadi pada minggu akhir pekan lalu . saat itu debt Collector berjumlah empat orang nendatangi rumah KT untuk menagih hutang sebesar Rp5 juta . Dua orang masuk kerumah KT sementara korban DC menunggu diluar rumah.

Didalam rumah KT tinggal bersama dengan adiknya T , saat masuk T menanyakan surat tugas kepada debt Collector, namun tidak dihiraukan sehingga terjadi perdebatan.

Bahkan menurut saksi debt Collector atau penagih hutang sempat menampar nasabah pinjol , tidak terima saudaranya ditampar pelaku T kemudian merasa tidak terima T kemudian menbacok para debt Collector.

“Kata saksi, DC-nya saat nagih utang juga sempat menampar nasabah. Di situ kemudian marah dan [T] membacok si DC-nya yang katanya dari pihak penagihan Kredivo,” ujar Hafis.

Menurut istri Ketua RT 11 Pakis Gunung bernama Sri, tim DC yang menemui KT berjumlah lima orang. Dua DC masuk ke rumah dan menagih utang ke KT, sementara tiga orang lainnya menunggu di luar.

Kemudian, tiba-tiba salah satu DC menampar AG, suami dari KT. Usai menampar AG, dua DC kemudian pergi. T yang tidak terima kemudian mengambil pisau dan mengejar tim DC tersebut. T lantas menyabetkan pisau dan mengenai pelipis anggota tim DC berinisial S hingga terluka dan mengeluarkan darah. Melihat itu, warga datang dan melerai.

Tak terima, DC kemudian melaporkan apa yang dialami ke Polsek Sawahan.

“Mungkin sebagai saudara, [T] tidak terima kakaknya ditampar, lalu membacok debt collector itu dengan pisau,” kata Hafis.(**)