RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Permukaan badan di jalan Teratai, kelurahan Caile, kecamatan Ujung Bulu dipenuhi debu dan ceceran tanah dan pasir bercampur krikil kecil. Kondisi tersebut sangat membahayakan warga pengguna jalan yang saban hari hilir mudik melintasi jalan tersebut.
Bahkan warga sekitar menyebut sudah banyak menjadi korban kecelakaan karena sepeda motor mereka terjatuh saat melintas di jalan tersebut.
” Sudah lima lima pengendara yang jatuh akibat tumpahan bahan material di jalan ini pak, saya pastikan akan bertambah kalau masih begini kondisi jalan,”kata Ical 27 pengendara yang melintas Minggu 4 Desember 2022.
Agus 40 penjual barang campuran di jalan Teratai mengatakan, debu yang berterbangan itu berasal dari sejumlah dump truck pengangkut material timbunan yang ada di jalan Teratai ke salah satu proyek milik pemerintah kabupaten Bulukumba.
” Debu berwarna kuning itu berasal dari ceceran material yang diangkut menggunakan dump truck dan dibawa melintasi jalan Teratai melintas di depan SMKN 1 Bulukumba. Sayangnya, ceceran material itu dibiarkan begitu saja, sehingga debu dari meterial berterbangan saat ada kendaraan yang hilir mudik, termasuk terbawa oleh tiupan angin,” ujarnya.
Bahkan menurut warga sekitar adanya penimbunan material seperti pasir dan batu cipping yang ada di Jalan teratai membuat kendaraan truk Mixer dan truk pengangkut pasier keluar masuk di lokasi tersebut.
” Pemilik penimbunan material di Jalan Teratai sama sama sekali tidak memperhatikan keselamatan pengendara , karena selain tidak ada rambu peringatan keluar masuk kendaraan juga banyak sisa material terbuang di jalan,” kata Ahmad salah seorang pengendara yang melintas.
Kondisi itu dikeluhkan para warga pengguna jalan pengendara, khususnya pengendara kendaraan roda dua serta pejalan kaki yang saban hari menuju sekolah dan perkantoran.
“Yang kasihan itu juga ada sekolah kasihan sudah pasti debunya masuk disekolah,” kata Ahmad.
Hal serupa juga dikeluhkan Adi 32 pengendara lainnya. Di satu sisi aktivitas pengangkutan material itu sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan. Sementara di sisi lain, banyak warga terutama pengguna jalan yang dirugikan akibat ceceran tanah pasir bercampur kerikil yang menimbulkan debu jika dalam kondisi kering, serta akan licin dan berlumpur disaat diguyur hujan atau dalam kondisi basah.
“Saya tiap hari melintasi jalan ini untuk menuju tempat rumah kerabat , karena jaraknya lebih dekat, rindang serta nyaman dilalui. Namun semenjak banyak ceceran tanah serta berdebu, kondisi jalan menjadi kotor dan kurang nyaman untuk dilalui,” paparnya
Dia berharap, pihak terkait dalam kegiatan pengangkutan material itu untuk lebih bijak dalam melihat kondisi di lapangan. Hendaknya, kondisi jalan yang telah kotor oleh ceceran tanah gunung itu bisa dibersihkan dengan proses penyiraman secara optimal. Selain badan jalan kembali bersih, debu yang bertebaran di jalan jadi hilang.
” Kami berharap dilakukan penyiraman secara optimal, hingga ceceran tanah hilang dari badan jalan. Namun kalau penyiraman dilakukan asal ada, sama saja menimbulkan masalah lain, yakni jalan menjadi berlumpur, licin serta rawan kecelakaan,” tutupnya. (**)






