Harga gabah petani di Bulukumba terus turun 

2302024214721
Ilustrasi gabah petani

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Para petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menjerit atas anjloknya harga gabah di tingkat petani setiap harinya.

Sebab, di tengah memasuki masa panen, harga kering panen (HKP) hanya Rp 5.300 per kilogram (kg) dari beberapa hari sebelumnya masih berkisar Rp5.500 / kilogram.

Zainal 45 salah seorang petani warga kecamatan Gantarang mengatakan, para petani belakangan harus telan pil pahit di masa panen padi yang mulai berlangsung.

Harga gabah basah diperidiksi akan terus turun menyusul musim panen yang akan menyeluruh di kabupaten Bulukumba termasuk di kecamatan Gantarang.

Pasalnya, harga gabah di tingkat petani terus mengalami penurunan di masa panen.

’’Baru beberapa hari lalu di bulan ramadhan masih Rp 5.500 per kilo, sekarang turun lagi 5.300 per kilo,’’ ungkapnya.

Menurutnya, harga gabah yang anjlok saat ini membuat petani resah lantaran terancam merugi. Kondisi itu berbending terbalik dengan harga beras di pasaran yang masih tinggi masih tembus sampai Rp 11 ribu sampai 12 ribu perliter.

Sementara itu salah seorang tengkulak Sape 34 menbenarkan hal tersebut kalau saat ini harga gabah petani terus mengalami penurunan.

Bukan hanya itu dirinya juga mengakui kalau sejumlah gabah petani kuwalitasnya tidak baik karena banyak bercampur dengan biji padi yang tidak berisi akibat adanya penyakit tanaman.

” Tidak semua gabah petani hanya beberapa saya temukan begitu kondisi gabahnya,” katanya.

Menurut Sape gabah basah yang dibelinya dari petani dijual ke sejumlah gudang besar di kabupaten Bulukumba untuk kembali diolah menjadi beras. (**)