RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan melakukan kegiatan sosial jumat berkah di kantor Desa Polewali, kecamatan Gantarang Jumat 23 Mei 2025.
Tak sekadar berbagi sembako dan bantuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya narkoba oleh petugas kesehatan Lapas, Ulfiani Wahid.
Dalam kegiatan ini, para pegawai Lapas menyisihkan sebagian pendapatannya untuk berbagi kepada warga Desa Polewali, Kecamatan GantarWahi
Sosialisasi tersebut mengusung tema “Generasi Sehat Tanpa Narkoba dan HIV/AIDS”, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda desa.
Kepala Lapas IIA Bulukumba, Akbar Amnur, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin.
“Kami akan menjadwalkan kegiatan sosial dan edukasi seperti ini minimal sekali kali dalam sebulan. Ini bagian dari upaya kami mendekatkan diri ke masyarakat dan mengingatkan pentingnya hidup sehat serta menjauhi pelanggaran hukum,” ujarnya.
Akbar juga mengingkapkan, kondisi Lapas Bulukumba saat ini mengalami overkapasitas. Dari kapasitas 300 orang, saat ini Lapas dihuni oleh lebih dari 500 warga binaan.
Menurutnya, ini adalah peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada dan menjauhi perbuatan yang berpotensi membawa mereka ke balik jeruji besi.
” Kadang hanya karena hal sepele, seperti salah paham atau baku senggol berakhir di polisi. Padahal bisa diselesaikan dengan damai. Tapi begitu proses hukum berjalan, tidak semua bisa ditarik kembali,” kata Akbar.
Dia juga menyampaikan bahwa banyak narapidana di dalam lapas yang dulunya tersandung kasus narkoba akibat pergaulan salah.
“Kalau ada tetangga kita yang mulai berperilaku aneh atau mencurigakan, laporkan ke aparat desa atau Babinsa. Bukan untuk menghukum, tapi untuk dicegah dan dibina,” tegasnya.
Tak lupa, Akbar mengingatkan warga yang memiliki keluarga atau kerabat di dalam lapas agar memberikan dukungan moral agar mereka tidak kembali terjerumus dalam lingkaran narkoba atapun kasus pidana setelah bebas nanti.
Ulfiani Wahid, yang menjadi pemateri dalam sosialisasi, mengajak warga untuk lebih peduli terhadap isu narkoba dan HIV/AIDS yang kini kian mengintai pelosok desa. Dia mengedukasi warga tentang cara penularan, pencegahan, serta dampak jangka panjang dari narkoba dan penyakit menular tersebut.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Desa Polewali. Mereka berharap program semacam ini terus dilanjutkan, karena tidak hanya membawa bantuan nyata, tapi juga memberikan wawasan dan motivasi agar tetap hidup bersih, sehat, dan taat hukum.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya terbantu secara materi, tetapi juga tercerahkan secara mental dan sosial,”tutup Akbar.***






