RUBRIK.co.id, BULUKUMBA — Beberapa waktu pasca salah seorang seorang oknum Aparatur Negeri Sipil (ASN) inisial SU (45) yang seharinya bertugas di sekretariat DPRD Bulukumba ditangkap kepolisian diduga bawa narkoba jenis sabu senin malam 9 Juni 2025. aktivis berharap 40 anggota DPRD Bulukumba juga ikut di tes urine.
Hal itu disuarakan oleh aktivis jebolan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ferdi Ansar, dia mengatakan bahwa, anggota dewan sebagai representasi rakyat, tentunya harus menjadi contoh bagi masyarakat apalagi berbicara soal pemberantasan narkoba, karena di Sekretariat DPRD Bulukumba telah ada yang terlibat narkoba.
“Bukan hanya ASN yang di tes urine, 40 anggota DPRD Bulukumba juga harus ikut di tes urine, untuk memastikan bahwa anggota dewan bebas dari narkoba, karena ini menyangkut kepercayaan rakyat kepada legislator,” tegas Ferdi kepada Rubrik.co.id, saat berada di salah satu warkop di bilangan kota Bulukumba, Senin 16 Juni 2025.
Dengan adanya tes urine tersebut, dia berharap, agar wakil rakyat dapat dipastikan bebas dari pengaruh negatif narkoba.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Bulukumba, Syamsir Paro, yang dimintai tanggapan mengatakan bahwa hal tersebut untuk kebaikan bersama.
“Kalau itu untuk kebaikan, kenapa tidak,” singkatnya kepada Rubrik.co.id, Senin 16 Juni 2025.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Samsir anggota DPRD Bulukumba dari partai kebangkitan bangsa (PKB) yang mengaku sangat prihatin terhadap maraknya peredaran dan korban narkoba di kalangan ASN di Bulukumba.
“Saya baca diberita sejak Januari sampai bulan ini sudah tercatat ada 3 orang oknum PNS terjerat narkoba terakhir baru-baru ini oknum pegawai di sekertariat DPRD Bulukumba sendiri,” kata Syamsir Kamis 12 Juni 2025.
Menurut Ancy Siregar sapaan akrab Samsir mengatakan dua orang oknum ASN pemkab dan 1 orang oknum ASN sipir lapas Bulukumba yang terjerat narkoba membuktikan kalau saat ini peredaran narkoba di Bulukumba sudah sangat menghawatirkan ditambah sejumlah remaja bahkan anak di bawah umur juga ikut terlibat dalam penggunaan dan peredaran narkoba jenis baru yakni sinte (tembakau gorila).
Ancy meminta agar pemerintah kabupaten Bulukumba segera melakukan tes urine secara dadakan kepada seluruh PNS yang ada di Bulukumba agar dapat mendeteksi adanya oknum lain yang terlibat penggunaan narkoba.
”Kita harus cegah dari sekarang mereka yang pengguna adalah korban yang harus diberantas bersama adalah para pelaku yang memang menjual narkoba,” tegas Ancy.
Dalam tes urine nantinya pemkab diminta tidak tebang pilih bahkan semua pejabat termasuk kepala dinas juga harus di tes urine untuk memastikan agar semua pejabat di Bulukumba bebas dari penggunaan narkoba. (***)






