RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Warga menyebutnya perkampungan Jawa yang di Borongmanemppa, di dusun Ponci, Desa Polewali, kecamatan Gantarang yang dulunya ramai kini terlibat seperti tempat atau kawasan mati. Sabtu 5 Juli 2025.
Kepala Desa Polewali Ambo Cennin kepada rubrik.co.id mengatakan kalau dulunya kampung Jawa dihuni hampir 17 kepala keluarga dengan jumlah warga sekitar 70 orang kini sudah tidak ada lagi satupun yang menetap disana.
“Kampung Jawa sekarang sudah hilang semua warga yang punya rumah dan tinggal di dalam sudah tidak tinggal lagi disana,” Katanya.
Menurut Ambo Cennin warga kampung Jawa berpindah menetap di beberapa tempat di Kabupaten Bulukumba dan ada juga yang kembali di kampung halamnya di Jawa.
Kampung Jawa yang yang dulunya terdapat warung makan, masjid, tempat pengajian sampai sekolah semua sudah tidak ada lagi pasca tragedi pembunuhan sadis salah seorang warganya.
Kasus pembunuhan dan dugaan adanya aliran menyimpan di perkampungan tersebut membuat warga pribumi di desa Polewali protes dan meminta agar semua warga pendatang tersebut untuk meninggalkan lokasi itu.
Bahkan saat tragedi pembunuhan dan dugaan aliran sesat di kampung Jawa, membuat masyarakat desa Polewali mengecam tindkan dan aliran tersebut dan meminta agar semua warga yang di lokasi untuk angkat kaki.
Warga kampung Jawa yang sebelumnya ada yang menolak untuk meninggalkan rumah mereka diduga mendapatkan teror dari orang-orang yang setiap malam melakukan intervensi dan melempar rumah warga disana.
“Benar dulu setelah terungkap penemuan mayat kasus pembunuhan yang dikubur di dalam perkampungan membuat warga marah,” Kata salah seorang sumber yang tidak mau namanya disebut kepada rubrik.co.id.Sabtu malam 5 Juli 2025.
Kasus pembunuhan sadis pria bernama Farkhan Marozi (47) menyimpan duka mendalam bagi warga Kampung Borongmanempa di Bulukumba.
Seluruh warga kini minggat meninggalkan kampung karena trauma.
Ramainya warga meninggalkan kampung tersebut bermula dari istri korban yang melaporkan suaminya dibunuh oleh tetangganya di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Selasa (8/10) lalu.
Istri korban baru berani melaporkan pembunuhan suaminya setelah dua bulan karena diancam oleh pelaku.
Pembunuhan Farkhan Marozi (47) baru terungkap setelah hampir dua bulan lamanya usai salah seorang kerabat korban berani melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Gerak cepat aparat kepolisian polres Bulukumba akhirnya mengamankan enam orang warga perantau yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Keenam tersangka berinisial SY, IM, AR, HA, PJ, dan AF, merupakan perantau asal Pulau Jawa.***






