Daerah  

Bayi Baru Lahir Tanpa Mampu Bayar Biaya, ini Kata Pihak RS Bulukumba

Irwan Rubrik
Ketfo : Bayi laki-laki yang tidak mampu bayar biaya di RS Bulukumba menjalani perawatan oleh petugas medis

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Adanya bayi baru lahir yang saat ini dirawat di RS Bulukumba dari pasangan Yuni Wahyuningsih dan Irfan warga ke jalan Sungai Teko, kelurahan Tanah Kongkong, kecamatan Ujung Bulu ditanggapi pihak RSUD Andi Sultan Daeng Radja.

Kepada wartawan direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja , dr.Rizal Dappi mengatakan kalau pihak RS telah memberikan solusi kepada orang tua bayi untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk sementara ajukan ke Baznas untuk meminta bantuan.

Bantuan tersebut nanti akan sedikit meringankan biaya yang harus ditanggung orang tua bayi sisahnya pihak RSUD And Sultan Daeng Radja tidak akan tinggal diam nanti akan dipasilitasi.

“Iyee sudah kami minta buat SKTM agar ada bantuan dari baznas, sisanya nanti di fasilitasi pihak RS,” kara dr.Rizal, Senin 28 Juli 2025.

seorang kelamin laki-laki yang baru beberapa hari lalu dilahirkan menjalani perawatan di RSUD Andi Sultan Daeng Radja, namun tidak bisa membayar biaya RS.

Keluarga ini mengaku sudah tidak memiliki biaya lagi untuk menutup denda tunggakan agar anak bisa pulang.

Kebahagiaan pasangan keluarga Irfan (35) dan Uni (27) yang baru mendapat momongan baru kini diwarnai kekhawatiran karena nanti tidak diperbolehkan pulang dari rumah sakit lantaran masih harus melunasi denda hingga jutaan rupiah.

Kepada wartawan Uni menjelaskan tanggal 9 bulan Juni lalu dia melahirkan di puskesmas Caile ,namun setelah melahirkan anaknya dia terpaksa dirujuk ke RS Yasira karena sang bayi mengalami pembengkakan para perut.

Hanya beberapa jam menjalani perawatan di yasira bayinya kembali dirujuk ke RSUD Andi Sultan Daeng Radja , setelah beberapa hari dirawat dia baru mengetahui kalau BPJS menunggak.

“Anakku sekarang sudah 22 hari masih di RS karena saya harus bayar Rp32 juta baru anak saya bisa kembali ke rumah,” kata Uni, Senin 28 Juli 2025.

Tidak sampai disitu Uni mengaku dia telah meminta bantuan beberapa orang termasuk salah seorang relawan kemanusiaan untuk memfasilitasi ke Baznas kabupaten Bulukumba dan akhirnya diberikan bantuan sebesar Rp5 juta , namun itu belum bisa menutupi biaya yang harus dia bayar dari tunggakan BPJS kesehatan.

“Saya hanya berharap agar ada solusi dan bantuan agar anak saya bisa keluar,” harapnya.

Uni yang mengaku hanya bekerja sebagai IRT dan suaminya Irfan setiap harinya berkerja sebagai penjual es krim keliling sudah tidak tau lagi dimana bisa meminta bantuan.

Emy Sandre relawan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau dia telah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Yuni Wahyuningsih dan anaknya di RS .

Bahkan dia telah membantu menpasilitasi ke Baznas Bulukumba dan mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta rupiah, nanum itu belum cukup karena harus membayar tunggakan sebentar Rp32 juta di RSUD Andi Sultan Daeng Radja.

“Hanya Rp5 juta rupiah bisa dibantukan Baznas dan itu belum cukup untuk membayar tunggakan pembayaran di RS,” ujarnya.

Emy berharap agar segera ada solusi atau pihak yang bisa memberikan bantuan atas persoalan ini.***