RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Yuni Wahyuningsih seorang ibu warga jalan Sungai Teko,Kelurahan Tanah Kongkong, kecamatan Ujung Bulu , kabupaten Bulukumba memohon ada pihak yang bisa membantu anaknya berjenis kelamin laki-laki yang baru beberapa hari lalu dilahirkan tertahan di RSUD Andi Sultan Daeng Radja gara-gara belum membayar denda tunggakan sebesar Rp32 juta rupiah.
Keluarga ini mengaku sudah tidak memiliki biaya lagi untuk menutup denda tunggakan agar anak bisa pulang.
Kebahagiaan pasangan keluarga Irfan (35) dan Uni (27) yang baru mendapat momongan baru kini diwarnai kekhawatiran karena ini tidak diperbolehkan pulang dari rumah sakit lantaran masih harus melunasi denda hingga jutaan rupiah.
Kepada wartawan Uni menjelaskan tanggal 9 bulan Juni lalu dia melahirkan di puskesmas Caile ,namun setelah melahirkan anaknya dia terpaksa dirujuk ke RS Yasira karena sang bayi mengalami pembengkakan para perut.
Hanya beberapa jam menjalani perawatan di yasira bayinya kembali dirujuk ke RSUD Andi Sultan Daeng Radja , setelah beberapa hari dirawat dia baru mengetahui kalau BPJS menunggak.
“Anakku sekarang sudah 22 hari masih di RS karena saya harus bayar Rp32 juta baru anak saya bisa kembali ke rumah,” kata Uni, Senin 28 Juli 2025.
Tidak sampai disitu Uni mengaku dia telah meminta bantuan beberapa orang termasuk salah seorang relawan kemanusiaan untuk memfasilitasi ke Baznas kabupaten Bulukumba dan akhirnya diberikan bantuan sebesar Rp5 juta , namun itu belum bisa menutupi biaya yang harus dia bayar dari tunggakan BPJS kesehatan.
“Saya hanya berharap agar ada solusi dan bantuan agar anak saya bisa keluar,” harapnya.
Uni yang mengaku hanya bekerja sebagai IRT dan suaminya Irfan setiap harinya berkerja sebagai penjual es krim keliling sudah tidak tau lagi dimana bisa meminta bantuan.
Emy Sandre relawan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau dia telah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Yuni Wahyuningsih dan anaknya di RS .
Bahkan dia telah membantu menpasilitasi ke Baznas Bulukumba dan mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta rupiah, nanum itu belum cukup karena harus membayar tunggakan sebentar Rp32 juta di RSUD Andi Sultan Daeng Radja.
“Hanya Rp5 juta rupiah bisa dibantukan Baznas dan itu belum cukup untuk membayar tunggakan pembayaran di RS,” ujarnya.
Emy berharap agar segera ada solusi atau pihak yang bisa memberikan bantuan atas persoalan ini.***






