Ini Inspirasi Ucapan Hari Ibu yang Mendalam, Bikin Haru

Azka Fachri
Hai Ibu
Hai Ibu

Rubrik.co.id – Hari Ibu di Indonesia selalu menjadi ruang refleksi tentang kasih yang tak bersyarat, pengorbanan tanpa pamrih, dan keteguhan hati seorang perempuan bernama ibu.

Pada 22 Desember 2025, peringatan Hari Ibu kembali sebagai waktu tepat untuk menundukkan kepala sejenak—mengingat doa, peluh, dan cinta yang sering luput kita ucapkan terima kasihnya.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Berbeda dengan banyak negara lain, Hari Ibu di Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat dan bermakna.

Peringatan ini berangkat dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Kongres tersebut menjadi tonggak penting persatuan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, peran, dan kontribusi perempuan bagi bangsa.

Atas dasar itulah, Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional.

Maknanya bukan hanya merayakan peran ibu dalam keluarga, tetapi juga menghormati perjuangan perempuan Indonesia dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Kini, hampir satu abad kemudian, Hari Ibu menjadi momen yang sarat emosi—saat anak-anak mengenang pelukan pertama, nasihat sederhana yang menyelamatkan hidup, hingga doa ibu yang diam-diam mengiringi setiap langkah.

Inspirasi Ucapan Hari Ibu yang Mendalam dan Menyentuh Hati

Berikut beberapa inspirasi ucapan Hari Ibu yang penuh makna, ditulis dengan bahasa sederhana namun emosional—cocok dibagikan di media sosial, kartu ucapan, maupun pesan pribadi.

Ibu, mungkin aku tidak selalu pandai mengucap cinta. Tapi setiap langkahku hari ini adalah bukti dari doa-doamu yang tak pernah putus. Terima kasih telah menjadi rumah paling tenang dalam hidupku. Selamat Hari Ibu.

Di setiap lelahku, aku selalu menemukan wajah Ibu dalam doaku. Perempuan kuat yang mengajarkanku bertahan tanpa mengeluh. Semoga Allah membalas semua pengorbananmu dengan surga terindah. Selamat Hari Ibu, Bunda.

Ibu tidak pernah meminta balasan, hanya ingin anaknya tumbuh menjadi manusia baik. Jika hari ini aku masih berdiri, itu karena Ibu tak pernah berhenti percaya padaku. Terima kasih, Ibu. Selamat Hari Ibu 22 Desember.

Ibu, engkau mengajarkanku arti sabar sebelum aku mengenal dunia. Setiap tangismu adalah kekuatanku, setiap senyummu adalah doaku. Panjang umur dan sehat selalu, Ibu. Selamat Hari Ibu.

Tak ada kata yang cukup untuk menggambarkan jasamu, Ibu. Dalam diam, engkau bekerja. Dalam doa, engkau berharap. Terima kasih telah mencintaiku tanpa syarat. Selamat Hari Ibu.

Hari Ibu bukan tentang hadiah mahal atau kata-kata indah semata. Ia tentang keberanian untuk berkata jujur: “Terima kasih, Ibu.”

Karena sering kali, satu kalimat tulus mampu menghapus lelah bertahun-tahun.

Di 22 Desember 2025, sempatkan waktu—telepon ibu, kirim pesan, atau doakan dalam diam. Sebab cinta ibu tak pernah menuntut balasan, namun selalu layak dikenang dan dihormati. ***