Lirik Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” Idgitaf Viral, Trending di Mana Mana

Azka Fachri
Sampul Idgitaf Sedia Aku Sebelum Hujan
Sampul Idgitaf Sedia Aku Sebelum Hujan

Rubrik.co.id – Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang dipopulerkan Idgitaf tengah menjadi fenomena di berbagai platform media sosial.

Sejak beberapa waktu terakhir, lagu ini merajai kolom trending dan kerap muncul sebagai backsound unggahan warganet, terutama di TikTok, Facebook, hingga YouTube.

Di TikTok, potongan lirik lagu ini ramai digunakan sebagai latar foto dan video bernuansa sendu, romantis, hingga reflektif.

Banyak pengguna memadukan lagu tersebut dengan foto kenangan, potret diri, hingga momen kebersamaan, membuat “Sedia Aku Sebelum Hujan” semakin lekat dengan perasaan rindu dan ketulusan.

Tak hanya viral di TikTok, performa lagu ini juga mencatatkan angka impresif di YouTube.

Video musiknya menembus jajaran teratas musik trending, sementara potongan audio lagu terus beredar luas di berbagai konten kreator lintas platform.

Secara garis besar, lirik lagu ini berbicara tentang sosok yang selalu hadir lebih dulu sebelum badai datang.

Idgitaf menggambarkan cinta sebagai bentuk kesiapan, bukan sekadar janji.

Dalam bait awal, ia menghadirkan metafora dingin dan panas, di mana tokoh “aku” memilih memberi kehangatan dan keteduhan meski dirinya sendiri berada dalam kondisi tidak nyaman.

Kalimat “Walaupun ku juga beku, tapi ku aman saat kau nyaman” dan “Walaupun ku juga gerah, tapi ku penuh saat kau teduh” menegaskan makna pengorbanan yang tenang, tanpa tuntutan. Cinta dalam lagu ini tidak meminta balasan setara, bahkan saat perasaan itu terasa timpang.

Bagian reff menjadi inti emosional lagu, ketika Idgitaf menegaskan posisinya sebagai sosok yang “lama di sini”, menjaga agar orang yang dicintainya tidak patah hati.

Frasa “Sedia aku sebelum hujan” menjadi simbol kesiapsiagaan, seolah sang aku selalu menyiapkan payung sebelum luka benar-benar datang.

Lirik “Ke mana pun tak akan kau temukan yang siapkan bekalmu di peperangan” memperkuat pesan bahwa cinta sejati adalah tentang menemani, bahkan saat keadaan terasa berat dan penuh perjuangan.

Lagu ini juga menyinggung ketidaksetaraan dalam hubungan, namun diterima dengan sikap memaafkan, bukan menyalahkan.

Menjelang akhir lagu, janji untuk hadir di hari baik maupun hari buruk menjadi penutup yang emosional.

Idgitaf menempatkan cinta sebagai keputusan sadar, bukan sekadar rasa sesaat. Tak heran jika lagu ini begitu mudah menyentuh pendengar dari berbagai latar belakang.

Lirik Idgitaf – Sedia Aku Sebelum Hujan

Jadi waktu itu dingin
Kuberi kau hangat
Walaupun ku juga beku
Tapi ku aman saat kau nyaman

Jadi waktu itu panas
Kuberi kau angin
Walaupun ku juga gerah
Tapi ku penuh saat kau teduh

Sudah paham ‘kan sejauh ini?

Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan

Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
Jika tak setara, kumaafkan
Memang sebegitunya aku

Ku tak punya pilihan
Yang dikendali pikiran
Ada namamu disebutkan
Ke situlah arahku berjalan

Sudah paham ‘kan sejauh ini?

Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan

Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
Jika tak setara, kumaafkan
Memang sebegitunya aku
Soal cinta, aku jatuh, yeah-hey

Ini janjiku
Untuk hadir dan mencintaimu
Di hari baikmu
Dan di hari burukmu

Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan

Ku yang lama di sini
Menjagamu tak patah hati
Sedia aku sebelum hujan
Apa yang kau butuh, kuberikan

Ke mana pun tak akan kau temukan
Yang siapkan bekalmu di peperangan
(Jika tak setara) kumaafkan
Memang sebegitunya aku
Soal cinta, aku jatuh, hey

sedia aku sebelum hujan
(Apa yang kau butuh, kuberikan)
sedia aku sebelum hujan
(Yang siapkan bekalmu di peperangan)
Sedia aku sebelum hujan