Pelatih Valencia Putri, Fernando Martín Tewas Saat Liburan di Indonesia

Azka Fachri
Valencia CF berduka
Valencia CF berduka

Rubrik.co.id – Kabar duka datang dari dunia sepak bola internasional. Pelatih tim putri B Valencia CF, Fernando Martín, dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan kapal tragis di Indonesia.

Peristiwa nahas tersebut juga merenggut nyawa tiga anak Fernando Martín.

Informasi itu dikonfirmasi langsung oleh pihak klub melalui akun resmi Valencia CF di platform media sosial X.

Dalam pernyataan resminya, Valencia CF menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Fernando Martín yang merupakan pelatih Valencia CF Women B, bersama anggota keluarganya.

“Valencia CF sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martín, pelatih Valencia CF Women B, dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak berwenang setempat,” tulis pernyataan resmi klub.

Klub asal Spanyol tersebut juga menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan serta seluruh elemen klub yang terdampak atas tragedi ini.

Valencia CF menegaskan bahwa kehilangan Fernando Martín bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas besar Valencia CF.

“Atas nama Klub, kami ingin menyampaikan, di saat yang sulit bagi semua orang ini, dukungan dan belasungkawa kami kepada keluarga, teman, dan kolega Valencia CF, Valencia CF Women, dan Academia VCF,” lanjut pernyataan tersebut.

Kepergian Fernando Martín lanjut akun itu meninggalkan duka mendalam di lingkungan Valencia CF Women dan akademi klub, mengingat perannya dalam pengembangan tim dan pembinaan pemain muda.

Hingga Sabtu (27/12/2025), pihak berwenang di Indonesia masih terus melakukan operasi pencarian terhadap empat penumpang yang dilaporkan hilang.

Status Korban Masih Hilang

Pemerintah belum memberikan pernyataan resmi mengenai status keempat orang tersebut, apakah selamat atau meninggal dunia, karena proses pencarian masih berlangsung di lokasi kejadian.

Kapal pinisi bernama KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo (TNK), tepatnya di Selat Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat malam (26/12/2025).

Kapal motor berbobot 27 Gross Tonnage (GT) itu diduga terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi.

KM Putri Sakinah diketahui mengangkut 11 orang penumpang, terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal (ABK) termasuk kapten.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menjelaskan bahwa upaya pencarian terus dilakukan sejak kejadian berlangsung. Operasi SAR melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, KSOP, serta masyarakat setempat.

Menurut keterangan kepolisian, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 13.00 WITA dengan tujuan wisata di kawasan TNK, dengan destinasi awal Pulau Kambing.

Setelah makan malam, kapal kembali melanjutkan pelayaran sekitar pukul 20.00 WITA menuju Pulau Komodo.

Namun, sekitar pukul 20.45 WITA saat melintas di Selat Padar, kapal diterjang cuaca ekstrem disertai gelombang laut setinggi kurang lebih dua meter. Kondisi tersebut menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam