Rubrik.co.id – Grup musik Perunggu Band terus memperluas jangkauan pendengarnya lewat lagu berjudul 33x yang konsisten menarik perhatian publik.
Video klip 33x telah ditonton sebanyak 13.195.660 kali di YouTube sejak tayang perdana pada 5 April 2024.
Saat ini, 33x menempati posisi video musik terpopuler nomor 52 di YouTube.
Lagu ini merupakan track ke-11 dari album debut Perunggu yang bertajuk Memorandum.
33x menyuguhkan lirik bernuansa refleksi diri, spiritualitas, dan perjalanan batin menghadapi tekanan hidup.
Salah satu bagian lirik yang menonjol berbunyi, “Melamban bukanlah hal yang tabu, kadang itu yang kau butuh”, yang menjadi pesan utama lagu ini.
Perunggu menghadirkan narasi tentang jeda, kesabaran, dan upaya menata ulang arah hidup tanpa kehilangan harapan.
Liriknya terasa personal namun relevan bagi banyak pendengar yang tengah berada di fase pencarian.
Konsep Video Musik
Video klip 33x digarap oleh Yustinus Kristianto yang bertindak sebagai penulis cerita sekaligus sutradara.
Tokoh utama Bimo diperankan oleh Karel Trinov, dengan Heru Sokowati memerankan sosok ayah.
Alur visualnya dibangun melalui pendekatan sinematik yang tenang, menyesuaikan atmosfer kontemplatif lagu.
Kehadiran karakter pendukung dan latar yang beragam memperkuat simbol perjalanan dan pergulatan batin.
Tim Produksi
Produksi video melibatkan rumah produksi Qun Films dengan dukungan kru lintas kota.
Giovanni Rahmadeva dan Annisa Adjam bertindak sebagai produser, sementara sinematografi dipercayakan kepada Iqbal Tubagus.
Proses penyuntingan hingga pewarnaan gambar dikerjakan oleh Reihan Azhar dan Ibnu Fajar.
Kolaborasi lintas departemen ini menghadirkan visual yang padu dengan pesan lagu.
33x mendapat respons positif karena liriknya yang dianggap menenangkan dan membumi.
Banyak pendengar mengaitkan lagu ini dengan fase kelelahan mental dan pencarian makna hidup.
Capaian jutaan penonton menegaskan posisi Perunggu sebagai band dengan identitas kuat dan narasi jujur.
Lirik Lagu Perunggu – 33x
Risalah terikatnya
Batin dan raga yang mengunci
Di atas Sang Maha Daya
Semua kendali terambil alih
Jikalau kau keluhkan
Dengung sumbang yang mengganggu
Buka lagi visimu
Kau tahu mana urutan satu
Di antara pusaran nirfungsi
Petakan semua lagi
Titik tuju yang telah terpatri
Melamban bukanlah hal yang tabu
Kadang itu yang kau butuh
Bersandar, hibahkan bebanmu
Rotasikan pandanganmu
Ambil sudut yang terbaru
Belum pernah kau coba
Lihat semua bukan dari matamu
Kelak kau ‘kan mengingat
Yang membawamu ke sini
Kami pernah di situ, di posisimu
Helakan kesahmu
Di antara pusaran nirfungsi
Petakan semua lagi
Titik tuju yang telah terpatri
Melamban bukanlah hal yang tabu
Kadang itu yang kau butuh
Bersandar, hibahkan bebanmu
Tak perlu kau berhenti kurasi
Ini hanya sementara
Bukan ujung dari rencana
Jalanmu ‘kan sepanjang niatmu
Simpan tegar dalam hati
29 kau terus mencari
Sebutlah nama-Nya
Tetap di jalan-Nya
Kelak kau mengingat
Kau akan teringat
Sebutlah nama-Nya
Tetap di jalan-Nya
Kelak kau mengingat
Kau akan teringat
Sebutlah nama-Nya
Tetap di jalan-Nya
Kelak kau mengingat
Kau akan teringat
Sebutkanlah nama-Nya
Resapilah jalan-Nya
Kelak kau mengingat
Kau akan teringat
Terus berenang
Lanjutlah mendaki
Terus berenang
Lanjutlah mendaki
Terus berenang
Lanjutlah mendaki
Terus berenang
Lanjutlah mendaki






