Rubrik.co.id – Sebuah unggahan video di TikTok mendadak menjadi perhatian publik karena mengklaim manfaat kesehatan dari frekuensi suara tertentu.
Video tersebut diunggah akun TikTok “mh_careindonesia” pada Jumat, 23 November 2023, dengan narasi mengenai terapi suara 5000 Hz untuk mengatasi alergi dan pilek.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa frekuensi 5000 Hz dapat membantu meredakan alergi, pilek, hingga infeksi sinus jika digunakan dalam durasi singkat.
Video tersebut menarik atensi luas dan hingga artikel ini ditulis telah ditonton lebih dari 26 juta kali, disukai 1,2 juta akun, mendapat 16.400 komentar, disimpan 487 ribu kali, serta dibagikan ulang sebanyak 53 ribu kali.
Klaim tersebut kemudian ditelusuri oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui platform TurnBackHoax.
Klaim Frekuensi Suara Dipertanyakan
Tim pemeriksa fakta menelusuri literatur ilmiah dan penjelasan medis terkait penggunaan frekuensi suara sebagai metode pengobatan alergi, pilek, dan infeksi sinus.
TurnBackHoax mencatat bahwa klaim serupa pernah beredar sebelumnya, salah satunya mengatasnamakan Nikola Tesla yang disebut menyatakan frekuensi suara dapat menyembuhkan penyakit.
Klaim tersebut telah dinyatakan tidak benar karena tidak didukung bukti ilmiah yang sah.
Lembaga kesehatan resmi seperti National Health Service (NHS) menjelaskan bahwa penanganan sinusitis dan alergi dilakukan melalui antihistamin, dekongestan, semprotan hidung, antibiotik bila diperlukan, serta pemeriksaan medis sesuai diagnosis dokter.
Tidak ada rekomendasi medis resmi yang memasukkan terapi suara atau frekuensi tertentu sebagai metode pengobatan alergi maupun pilek.
Penelusuran juga menemukan penelitian berjudul “The effect of auditory stimulation using delta binaural beat for a better sleep and post-sleep mood: A pilot study”.
Studi tersebut menunjukkan bahwa stimulasi suara dapat membantu relaksasi, kualitas tidur, dan suasana hati.
Namun penelitian itu tidak membuktikan bahwa frekuensi suara tertentu mampu menyembuhkan penyakit atau memperbaiki kondisi fisik tubuh.
Bukti ilmiah yang tersedia saat ini masih terbatas dan tidak mendukung klaim terapi suara sebagai pengganti pengobatan medis. ***






