Rubrik.co.id – Lagu “Menerima Luka” dari Natasya Sabella bukanlah singel terbaru, melainkan dirilis pada 12 Desember 2024, dan kini tetap menjadi salah satu lagu bertema patah hati yang banyak dibicarakan pendengar musik Indonesia.
Lagu ini awalnya dirilis lewat kanal YouTube resmi dan berbagai platform musik digital, kemudian kembali viral di media sosial berkat liriknya yang menyentuh dan mudah dirasakan banyak orang.
Secara garis besar, “Menerima Luka” mengangkat kisah tentang seseorang yang berada di persimpangan perasaan: antara keinginan untuk bertahan dan kesadaran bahwa hubungan itu harus berakhir.
Dalam bait-bait liriknya, tokoh cerita tidak menentang ketentuan Tuhan, bahkan memilih pasrah menerima kenyataan pahit meski rasa sakit masih sangat terasa.
Kalimat pembuka seperti “Tak ingin menentang Tuhan / Bila ini yang ditentukan” menunjukkan sikap pasrah yang dalam. Di sini, perpisahan tidak digambarkan sebagai kesalahan satu pihak semata, melainkan sesuatu yang dipandang sebagai bagian dari takdir hidup. Sikap ini menghadirkan nuansa keikhlasan yang terasa jujur dan spiritual.
Lirik “Walau berat hati tuk relakan / Meskipun luka harus ku terima” menjadi inti emosional lagu. Kalimat ini menggambarkan konflik batin seseorang yang harus merelakan orang yang dicintainya, meski hatinya belum siap. “Menerima luka” di sini berarti menerima kenyataan pahit bahwa tidak semua hubungan yang lama dijalani akan bertahan selamanya.
Pesan lainnya datang dari baris “Hubungan lama tak menjamin selamanya.” Ini adalah pengingat bahwa durasi bersama tidak selalu berarti kebahagiaan atau masa depan bersama. Lagu ini menyoroti realitas bahwa terkadang hubungan yang lama dijalani tetap berakhir, meski telah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Selain itu, baris “Kata yang terucap / Tak lagi hangat dalam sekejap” menggambarkan perubahan hubungan yang dulu penuh kehangatan menjadi dingin hanya dalam waktu singkat. Lirik ini menggambarkan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus menunjukkan bagaimana hubungan bisa berubah secara tiba-tiba.
Secara keseluruhan, “Menerima Luka” menyuarakan pengalaman universal tentang perpisahan: konflik batin antara mempertahankan harapan dan menerima kenyataan.
Natasya Sabella membungkus cerita ini dengan lirik yang sederhana namun kuat secara emosional, membuat banyak pendengar merasa terwakili oleh liriknya.
Lirik Natasya Sabella – Menerima Luka
Tak ingin menentang Tuhan
Bila ini yang ditentukan
Jika waktunya
Untuk berpisah
Walau berat hati tuk relakan
Meskipun luka harus ku terima
Hubungan lama tak menjamin slamanya
Hu-hu-hu-hu
Jangan kau tangisi
Akhir perpisahan ini
Walau tak ku pungkiri
Sakitnya buatku hancur sekali
Bagaimana bisa Tuhan persatukan
Lalu dipisahkan
Untuk apa cinta
Tapi akhirnya luka
Ha-ha-ha-hu-hu
Ho ho ho
Kata yang terucap
Tak lagi hangat dalam sekejap
Tak lagi tersisa hanya selamat tinggal
Ho ho
Ho-ho-ho-ho-ho-wo-ho
Walau tak ku pungkiri
Sakitnya buatku hancur sekali
Bagaimana bisa Tuhan persatukan
Lalu dipisahkan
Untuk apa cinta
Tapi akhirnya luka
Walau tak ku pungkiri
Sakitnya buatku hancur sekali
Bagaimana bisa Tuhan persatukan
Lalu dipisahkan
Untuk apa cinta
Tapi akhirnya luka
Untuk apa cinta
Tapi akhirnya luka
Hm-hm-hm






