Prihatin Kayu Kapal Pinisi Langka, Andi Utta Siapkan Solusi

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA – Daerah Kabupaten Bulukumba yang terkenal dengan ahli pembuat Perahu Pinisi harus berbangga. Selain diakui dunia lewat warisan dunia oleh UNESCO, Pinisi sudah menjadi ikon melekat pada daerah burjuluk Butta Panrita Lopi tersebut.

Calon Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau akrab disapa Andi Utta, mengatakan hal tersebut saat mengunjungi kawasan wisata Mandala Ria, Desa Ara, yang juga menjadi salah satu tempat pembuatan perahu Pinisi di Kabupaten Bulukumba.

Andi Utta mengakui kehebatan Perahu Pinisi. Tak cuma perahunya, para perajin Pinisi menurut Andi Utta adalah pahlawan yang melestarikan budaya ternama Bulukumba itu.

“Di Kalimantan, Kendari ada juga pembuat kapal Pinisi. Saya bertanya dari mana, bukan dari Makassar atau Jeneponto tapi dari Bulukumba,” kata Andi Utta. Andi Utta optimis kapal Pinisi akan tetap terjaga dengan adanya perajin yang menggeluti pembuatan perahu.

Hanya saja Andi Utta tak membantah adanya beberapa persoalan dihadapi. Khususnya bahan seperti kayu yang kadang kehabisan stok karena harus dikirim dari luar.

Menurut Andi Utta, jika dirinya terpilih maka akan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan kayu. “Ini persoalan kebijakan dan kemauan saja. Jika pemerintah turun tangan, kenapa tidak bisa kita kerjasama dengan kepolisian teken MoU untuk kelancaran pengiriman,” kata Andi Utta.

Menurutnya Pinisi adalah warisan dunia yang harus dijaga. Sehingga tak ada alasan yang bisa mempersulit dalam pemenuhan kayu.

“Di mana kayunya. Kita teken mou bahwa ini demi pelestarian Pinisi. Kita juga bisa kerjasama dengan daerah penghasil kayunya,” papar Andi Utta.

Selain itu, Andi Utta juga menilai pentingnya sentuhan teknologi pada proses tertentu saat pembuatan Pinisi. “Seperti saya lihat tadi masih manual tarik katrol, nanti kita cukup gunakan alat, jadi ada kolaborasi yang positif yang memudahkan,” kata Andi Utta di depan warga Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Minggu 18 Oktober 2020.

Juru Bicara Paslon Nomor Urut 4 itu, Andi Echa, menegaskan komitmen Andi Utta – Andi Edy Manaf dalam memajukan sektor ekonomi Bulukumba. Tak terkecuali katanya pada sektor Pariwisata.

Menurut Andi Echa, selain bagian Budaya, kapal Pinisi juga bagian dari sumber pendapatan masyarakat. Jika pembuatan pinisi lancar maka otomatis akan membuka lapangan kerja di Desa Ara atau di sekitar Kawasan Pembuatan Perahu Pinisi di Bontobahari.

Andi Utta hadir untuk memberikan solusi baik proses pembuatannya hingga pemasaran. “Kawasan pembuatannya bisa jadi objek wisata andalan untuk PAD. Kemudian membantu memaksimalkan pemasaran kapalnya agar perajin perahu tidak menganggur atau malah membuka lapangan kerja,” kata Andi Echa.

Selain kapal Pinisi, menurutnya Kawasan Wisata di Bulukumba akan ditata dengan konsep modern. Semua fasilitas dilengkapi seperti air bersih, toilet hingga sarana prasarana.

“Jika sudah ditata maka kita akan lakukan promosi besar-besaran di mana-mana. Harus masuk kalender wisata Indonesia agar lebih terarah,” kata Andi Echa.

Pada intinya, lanjutnya, pariwisata Bulukumba akan ditata berkelas internasional. “Cita-cita Paslon nomor 4 wisata Bulukumba akan ditata sekelas dunia, bukan main-main ini komitmen dan kita ingin berubah lewat pengalaman dan wawasan calon bupati dan wakil bupati,” tegas Andi Echa.

Demi cita-cita itulah sehingga Paslon Nomor 4 juga akan melibatkan para ahli. “Terpenting wawasan dan pengalaman pak bupati (Andi Utta) sudah tak diragukan. Kami melihat pemilih di Bulukumba semakin cerdas, tahu siapa yang punya kapasitas saat ini,” papar Andi Echa.

Untuk pariwisata gagasan Andi Utta menurutnya sudah siap dikerja. Sebut saja rencana perbaikan dermaga Leppe’e yang akan disandari kapal wisatawan.

“Setiap tahun kita bisa adakan festival wisata lokal dan berskala dunia. Bulukumba dengan perairan memungkinkan Bira International Fishing Spots dan lainnya,” tutup Andi Echa.(**)

Komentar