RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bulukumba merencanakan 13 sasaran pembangunan dan proyek prioritas strategis daerah 2022 sampai 2026.
Dari 13 sasaran pembangunan itu salah satunya adalah peningkatan pemenuhan pembangunan infrastruktur wilayah.
Rencana pemenuhan pembangunan infrastruktur wilayah ini terbagi dari beberapa program di antaranya, revitalisasi drainase dalam kota dengan sistem panel knock down, pembangunan kawasan pantai merpati.
Selanjutnya, pembangunan pintu masuk Bulukumba, rehab total jaringan perpipaan air bersih PDAM di 3 kecamatan (Kecamatan Ujung Bulu, Ujung Loe, dan Bontobahari), peningkatan dan pemeliharaan jalanan dan jembatan.
Pemeliharaan jaringan daerah irigasi, jembatan Bialo, pembangunan/ rehabilitasi pasar (Pasar Sentral Bulukumba, Pasar Kalimporo, Pasar Tanete dan Pasar lainnya), serta perluasan/ lanjutan perluasan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara untuk sasaran peningkatan kualitas pelayanan publik dan modernisasi birokrasi terdapat 3 rencana program di antaranya, melanjutkan pembangunan mall pelayanan publik, layanan integrasi data menuju layanan Online Single Submission (OSS) dan Smart City, serta pembangunan gedung perkantoran satu atap (satap) yang terintegrasi dengan tribun Lapangan Pemuda.
Kepala Bidang Makro Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bulukumba Arie Hamzah menjelaskan mengungkapkan bahwa tidak semua rencana kegiatan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2022.
“Untuk realisasinya di 2022 hanya ada beberapa kegiatan yang prioritas, ini juga karena kemampuan anggaran. PAD 2021 tidak begitu maksimal sehingga ada beberapa kegiatan yang diprioritaskan,” terang Arie saat dikonfirmasi, Selasa, 16 November 2021.
Arie mengungkapkan beberapa kegiatan khususnya kegitan fisik yang akan menjadi prioritas pada 2022 di antaranya Pembangunan Pasar Sentral Bulukumba dan Pasar Tanete, pembangunan gedung satap, dan pembangunan kawasan pantai merpati.
“Khusus pembangunan pasar rencana anggarannya sebesar 75 miliar masing-masing Pasar Sentral 50 miliar, Pasar Tanete 25 miliar, anggarannya dari dana pinjaman,” urai Arie.
Kendati demikian, menurut Arie, untuk rincian anggaran semua kegiatan prioritas 2022 masih sementara pembahasan dan baru akan ditetapkan oleh DPRD Bulukumba dalam waktu dekat ini. (**)






