Daerah  

Pengendara Resah Melintas Dipenurunan Jembatan Bijawang Bulukumba Akibat Minim Lampu Jalan

Rubrik Redaksi
IMG 20220525 6997
Ilustrasi perbaikan lampu jalan (foto/int)

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Pengendara sepeda motor mengaku resah dan was-was saat melintasi jalan poros Bulukumba-Sinjai tepatnya sebelum jembatan Bjawang dari arah kota Bulukumba terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalur itu

“Setiap hari saya lewat jalur itu baik setelah selesai maupun mau berangkat bekerja. Gelap sekali di pas penurunan ke jembatan Bijawang, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe dari dulu sampai sekarang kondisi penerangan jalan tidak ada,” kata Musdalifa karyawan salah mini market di Bulukumba Rabu 25 Mei 2022.

Dia mengaku sepanjang ruas Jalan Bulukumba- Sinjai minim penerangan yang ada hanya lampu penerangan teras milik rumah warga.

“Kalau sudah penurunan menuju jembatan Bijawang dari arah desa Pallambarae bawaannya was-was saja di jalan. Setelah itu sih baru lumayan ada lampu di pinggir jalan,” katanya.

Dewi meminta aparatur berwenang segera memasang penerangan jalan di lokasi penurunan jembatan Bijawang dari arah Bulukumba- Sinjai.

“Semoga keluhan saya ini didengar sama pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Bulukumba . Di sini kan terkenal sering ada kasus begal,” ucapnya.

Pengendara motor lain Rahmat (35) mengeluhkan hal yang sama. Ia bahkan terpaksa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi saat pulang kerja setelah lembur di lokasi itu.

“Kalau saya pulang lembur sudah pasti di atas jam sembilan malam. Sedangkan tempat kerja saya di kota Bulukumba rumah di Tanete Ya sudah ngebut saja, daripada dipepet begal, lebih baik menghindar,” katanya.

Rahmah mengaku khawatir atas keselamatan dirinya saat melintasi di jalan tersebut pada malam hari sebab dirinya banyak mendengar kasus pembegalan yang terjadi di ruas jalan itu melalui media.

“Cepat-cepat saya kalau setiap lewat sini (penurunan jembatan Bijawang) habisnya gelap, ngeri dibegal,” katanya.

Menurut dia minimnya penerangan jalan menjadi salah satu penyebab jalan di Bulukumba aksi kriminalitas jalanan terutama pada malam hari.

“Di sini kalau sudah jam delapan malam sudah sepi, jarang ada motor yang mau lewat apalagi tidak ada lampu penerangan, jadi tempat sasaran begal,” kata dia.(**)