RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan hampir dirasakan seluruh petani, salah satunya petani yang ada di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang.
Hal ini mengundang reaksi dari kepala Desa Bontonyeleng Andi Mauragawali.
Kepada wartawan Andi Mauragawali mengatakan kelangkaan pupuk di kabupaten Bulukumba saat ini sangat berdampak pada petani mengingat saat ini sudah memasuki musim tanam.
Opu sapaan akrab Andi Mauragawali mengatakan kalau kelangkaan pupuk ini berlarut-larut seperti saat ini maka dirinya akan menurunkan ratusan petani di sejumlah desa di kecamatan Gantarang bahkan kabupaten Bulukumba untuk melakukan demo di kantor Bupati dan gedung DPRD untuk meminta agar pasokan pupuk untuk petani tidak dikurangi.
Menurut mantan anggota DPRD kabupaten Bulukumba ini mengatakan kalau saat ini sistem birokrasi sangatlah hancur sehingga dampaknya terhadap petani , salah satunya masalah pengurangan jatuh pupuk untuk petani.
Sistem birokrasi yang berbelit-belit dan menyusahkan petani diantaranya aturan untuk mendapatkan pupuk harus menggunakan KTP Asli, bahkan aturan yang sangat menyusahkan petani adalah jatah pupuk yang jumlahnya sangat kecil untuk petani.
” Bayangkan saja satu hektar lahan petani hanya diberikan 45 kilo pupuk urea, bagaimana mau dapatkan hasil yang baik saat panen kalau pupuknya kurang,” kata Opu.
Mantan anggota kepolisian Republik Indonesia ini mengaku tidak akan pernah gentar dan takut untuk menperjuangkan aspirasi kalangan petani khususnya di desanya.
Menurut Opu permasalahan pupuk dikalangan petani memang sudah menjadi masalah setiap masuk tanam, ini disebabkan karena sistem birokrasi yang buruk.
Opu meminta agar petani yang merasa sangat kesulitan mendapatkan pupuk untuk bersiap turun melakukan aksi demo terhadap aturan pemerintah yang sangat merugikan kalangan petani.
” Saya siap pimpin demo besar-besaran dari kalangan petani , silahkan petani di kabupaten Bulukumba yang mau gabung silahkan kita sama-sama turun ke jalan,” tegasnya.
Bahkan dirinya mengancam akan menduduki kantor DPRD kabupaten Bulukumba untuk menyuarakan aspirasi petani di kabupaten Bulukumba. (**)






