RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Hujan deras disertai angin yang terjadi beberapa pekan terakhir ini mengakibatkan tanaman padi siap panen di sejumlah desa di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selata roboh. Akibatnya biji padi yang sudah siap panen rusak dan bahkan ada yang sudah tumbuh.
Kondisi tersebut dijumpai hampir di seluruh persawahan Desa di kabupaten Bulukumba yang mengalami dampak dari terjangan hujan disertai angin.
“Kena angin, jadi mau tidak mau banyak yang rusak sebelum menguning dan panen awal,” kata Adnan petani asal kecamatan Gantarang Kamis 2 April 2024.
Kondisi ini diduga lantaran terjangan angin dan hujan deras beberapa pekan terakhir. Bahkan ada sejumlah petani terancam gagal panen. Para petani yang lahan padinya ambruk khawatir gagal panen awal tahun ini. Mengingat curah hujan cukup tinggi masih akan terus terjadi. Padahal, tanaman padi warga ini sudah hampir memasuki masa panen.
Menurut Adnan Kondisi ini membuat petani menderita kerugian karena harus mengeluarkan ongkos pekerja untuk memaneng padi secara tradisional kemudian digiling oleh mobil pemotong padi (combayen).
” Dua kali kita keluarga biaya panen, satu biaya untuk panen secara tradisional karena mesin pemotong padi tidak bisa langsung memaneng karena kondisi padi yang roboh, kedua kita sewa lagi mesin combayen untuk merontokkan biji padi yang sudah di panen dua kali mengongkosi,” kata Adnan.
Bukan hanya Adnan, petani lainya juga merasakan hal yang sama belum masuk waktu panen tanaman padi mereka yang belum merata menguning roboh dan terendam air hujan di sawah sehingga menjadi rusak,” kata Udding petani asal Desa Palambarae kecamatan Gantarang.
Sementara itu salah seorang pedagang gabah mengaku kalau harga gabah petani saat ini berpareasi tergantung dari kuwalitas gabah.
” Ada harga Rp5300 perkilo, ada juga Rp5200 perkilogram tergantung dari kuwalitas gabah petani,” ujar Jasman seorang pedangang gabah.
Menurutnya musim panen saat ini sudah puncaknya , sehingga pasokan gabah petani menbludak sehingga banyak gudang milik pengusaha gabah penuh dan tidak lagi membeli gabah milik petani.
Untungnya saja menurut Jasman banyak pedangan yang berasal dari luar Bulukumba seperti Sidrap, Bone, Bantaeng yang membeli gabah petani diBulukumba.(**)






