Daerah  

Diduga ada oknum penyalur pupuk bersubsidi di Bulukumba Mainkan Harga

Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 21
Ilustrasi pupuk bersubsidi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Polemik kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulukumba kian meresahkan masyarakat. Keluh petani pun kian lantang terdengar. Mereka menduga ada permainan di balik kondisi ini. Tak heran, para petani meminta pemerintah serta aparat terkait bertindak.

“Kami memang sudah sering mendengar kabar bahwa ada permainan penjualan pupuk bersubsidi ini. Bahkan ada oknum-oknum yang kami duga sengaja memanfaatkan kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi kemudian dijual ulang dengan harga yang lebih mahal,” beber salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya dugaan permainan terjadi di tingkat penyalur dengan menjual pupuk bersubsidi diatas HET ke sejumlah kelompok tani.

Dia mengatakan harusnya semua penyalur harus menjual ke kelompok tani dengan harga HET Rp112.500 per sak namun kenyataan ada sejumlah agen di kabupaten Bulukumba diduga menjual ke kelompok tani dengan harga Rp125 ribu per sak.

Bahkan bukan hanya itu ada dugaan ada oknum penyalur menjual pupuk subsidi keluar dari kabupaten Bulukumba dengan harga mahal.

“Kami minta pemerintah dan aparat untuk menyelidiki persoalan ini dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Kalau benar ada mafia pupuk tolong ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Mereka sudah sering menyusahkan kaum petani,” tegas petani asal kecamatan Gantarang ini.

Di kalangan petani, pupuk memang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produksi tanaman pertanian. Sebaliknya, kelangkaan pupuk jadi ancaman serius bagi petani.

Sementara itu Wakil bupati Bulukumba Andi Edy Manaf mendukung sepenuhnya penegak hukum untuk membongkar dan menangkap adanya dugaan mafia pupuk.
” Kalau ada agen yang menjadi pemain silahkan ditangkap dan diadili izinya dicabut,” tegas Andi Edy Manaf.

Bahkan Andi Edy Manaf akan berkordinasi langsung dengan penegak hukum yang ada di kabupaten Bulukumba untuk melakukan penindakan terhadap semua oknum yang terlibat dalam dugaan mafia pupuk.

” Siapapun yang terlibat dalam persoalan pupuk bersubsidi yang melanggar hukum silahkan untuk di proses secara hukum,” ucapnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan kepada seluruh distributor dan pengecer pupuk subsidi agar tidak mempersulit distribusi apalagi memainkan harga, utamanya yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami mengingatkan para pengecer dan distributor pupuk bersubsidi agar tidak memainkan harga pupuk yang dapat merugikan petani,” kata Mentan.

Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menjadi penggerak utama dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Sehingga Mentan meminta agar distributor dan pengecer pupuk bersubsidi tak mempersulit distribusi demi mewujudkan harapan itu.

“Saya katakan, produksi turun karena dua hal. Pertama, sarana produksi seperti pupuk tidak dipenuhi, kemudian harga tidak menentu. Karena itu, jangan ganggu petani dengan ulah distributor dan pengecer pupuk yang menyulitkan produksi komoditas pangan,” tegas Amran.dikutip dari Antara.

Mentan menyampaikan bahwa pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menambah pupuk subsidi untuk petani di seluruh Indonesia. Kebijakan itu untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian di tanah air sehingga bisa mewujudkan swasembada pangan.

“Pupuk adalah komponen penting yang saat ini sudah terpenuhi dengan baik,” ucap Amran.(**)