Daerah  

Viral Bocah Jenius NTB, Qashiratut Tharfi Pranata Raih Emas di Olimpiade Matematika Dunia

Azka Fachri
Qashiratut Tharfi Pranata
Qashiratut Tharfi Pranata

Rubrik.co.id – Seorang bocah jenius asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Qashiratut Tharfi Pranata, kembali mencuri perhatian publik setelah prestasinya di berbagai ajang olimpiade matematika dunia viral di media sosial.

Siswi cilik yang akrab disapa Atut ini dikenal sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang konsisten mengharumkan nama bangsa di kompetisi internasional.

Terbaru, Atut tampil di babak final Thailand International Mathematics Olympiad (TIMO) yang digelar di Chiang Mai, Thailand.

Dalam ajang yang diikuti sekitar 800 peserta dari 17 negara tersebut, Atut berhasil meraih medali perunggu dan menegaskan posisinya sebagai salah satu peserta termuda yang mampu bersaing di level dunia.

Prestasi tersebut menambah daftar panjang capaian Atut di bidang matematika internasional.

Bertabur Medali Emas

Sebelumnya, bocah berusia tujuh tahun asal Lombok ini telah meraih medali emas pada ajang Future Intelligence Student Olympiad (FISO) 2025, serta emas pada Final Big Bay Bei yang digelar secara daring pada Maret lalu.

Rentetan keberhasilan itu membuat nama Atut viral dan disebut-sebut sebagai bocah jenius dari NTB.

Dari berbagai kompetisi yang telah diikutinya, Atut tercatat telah mengoleksi enam medali emas, dua medali perak, dan empat medali perunggu dari sejumlah olimpiade matematika tingkat internasional.

Putri pasangan Ade Pranata dan Evi Diansari ini mulai mengikuti olimpiade sejak usia taman kanak-kanak dan terus menunjukkan perkembangan signifikan, meski sempat mengalami kegagalan di tingkat nasional.

Selain dikenal memiliki semangat kompetisi tinggi, Atut juga tercatat memiliki skor Intelligence Quotient (IQ) 150 yang masuk kategori jenius.

Meski kerap mengikuti kompetisi ke luar negeri, Atut tetap aktif bersekolah dan mencatatkan nilai akademik di atas standar kelulusan.

Dukungan penuh dari orang tua menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya, meski keterbatasan anggaran kerap menjadi tantangan dalam mengikuti kompetisi internasional berikutnya.

Kini, Atut diproyeksikan kembali mengikuti ajang matematika lanjutan di tingkat dunia.

Di usianya yang masih sangat belia, Atut tak hanya membawa pulang medali, tetapi juga harapan besar sebagai simbol lahirnya generasi emas Indonesia dari daerah. ***