Rubrik.co.id – Kemenangan Tasya Allesia asal Tangerang Selatan sebagai juara Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar 2025 menuai beragam respons warganet.
Usai pengumuman hasil akhir Grand Final, unggahan Indosiar yang menampilkan Tasya sebagai pemenang langsung dibanjiri ribuan komentar netizen di media sosial.
Sebagian warganet memberikan ucapan selamat dan dukungan penuh atas capaian Tasya.
Namun, tidak sedikit pula yang menyoroti sistem penentuan juara DA7 yang mengandalkan akumulasi Virtual Gift, sehingga memunculkan perdebatan soal kualitas vokal dan popularitas.
Salah satu komentar yang ramai disorot datang dari akun zfanoo_ yang menulis,
“Menang karena kualitas ❌ menang karena virtual gift ✔️.” Komentar tersebut langsung memantik diskusi panjang di kolom komentar.
Nada serupa juga disampaikan akun abcdeelinn yang menyinggung pembagian predikat antara finalis.
“yg juara 1 tasya,,yg dpt predikat pangeran dangdut valen,,tasya predikat apa dong,,ratu gift gtuuu,” tulisnya.
Meski demikian, banyak pula warganet yang justru membela Tasya dan menilai kemenangannya pantas.
Akun hariputra.97 menuliskan komentar bernada haru sekaligus apresiatif.
“Terharu banget anak yang ku sia-siakan jadi juara DA7 🤭 Selamat @da7_tasyaallesia 👏👏👏👏 PANTAS, LAYAK DAN MEMBANGGAKAN!!! SELAMAT TASYA ALLESIA 🔥🏆✨,” tulisnya.
Juara Akumulasi Gift
Sebagaimana diketahui, penentuan juara Dangdut Academy 7 sepenuhnya ditentukan melalui akumulasi Virtual Gift dari tiga malam grand final.
Sistem ini telah ditegaskan oleh pihak Indosiar dan host acara sebagai pengganti mekanisme SMS voting yang digunakan pada musim-musim sebelumnya.
Dalam hasil akhir, Tasya Allesia keluar sebagai juara dengan perolehan Virtual Gift tertinggi, disusul Valen asal Pamekasan di posisi kedua.
Meski menuai pro dan kontra, kemenangan Tasya tetap tercatat sebagai hasil resmi ajang pencarian bakat dangdut terbesar Tanah Air musim 2025.
Perdebatan di kalangan warganet pun menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap DA7. ***






