Lirik Lagu Piche Kota – Bahagia Lagi

Azka Fachri
Lagu “Bahagia Lagi” karya Piche Kota
Lagu “Bahagia Lagi” karya Piche Kota

Rubrik.co.id – Lagu “Bahagia Lagi” karya Piche Kota mengangkat potret hubungan yang rapuh akibat salah paham, komunikasi yang keliru, dan emosi yang tak terkelola dengan baik.

Lagu ini berbicara tentang bagaimana kata-kata yang salah, cara bertutur yang menyakitkan, serta bahasa cinta yang tak sejalan dapat perlahan melukai perasaan dan merenggangkan dua hati yang sebenarnya ingin tetap bersama.

Dalam cerita lagu ini, tokoh “aku” digambarkan kerap menjadi pihak yang disalahkan.

Api emosi mudah tersulut, konflik terus berulang, dan senyum yang dulu tulus kini terasa ragu.

Meski berada dalam situasi yang melelahkan secara batin, tokoh “aku” tidak memilih pergi begitu saja.

Ada kelelahan, tetapi tidak ada niat untuk benar-benar menyerah.

Di balik kegagalan dan kekecewaan, lagu ini menyimpan harapan yang kuat. Tokoh “aku” memilih bertahan, belajar memahami kesedihan, serta bersedia menunggu—bahkan jika penantian itu harus membawanya pada titik terdalam rasa kecewa.

Ia meyakini bahwa kisah ini belum selesai, bahwa selalu ada kemungkinan untuk menemukan akhir yang berbeda dari luka yang sedang dijalani.

“Bahagia Lagi” juga menyoroti kesetiaan yang keras kepala dan keyakinan yang tetap dijaga, meski masa depan terasa samar. Bahkan jika pada akhirnya kebahagiaan terasa mustahil atau mereka harus menjadi asing, tokoh “aku” tetap memilih percaya.

Harapan terbesar dalam lagu ini sederhana namun mendalam: kembali tertawa bersama, meninggalkan air mata, dan memastikan bahwa tak ada lagi rasa sendiri di antara mereka.

Lirik Piche Kota – Bahagia Lagi

Salahmu begini
Beri api pada emosi
Caramu bertutur
Seperti semua karenaku

Tanpamu, oh, tanpamu
Senyumku terasa ragu
Semua karenaku
Bahasa cinta yang keliru

Walau gagal kala mencoba
Ku tak akan lekas percaya
Ini bukan akhir cerita
Kita cari akhir berbeda

Bila nanti kita berdua telah bahagia lagi
Tiada lagi ruang tempat untuk
Ku terlatih mengerti kala sedih temani
Ku tak masalah asal kau di sini

Dan mungkin kita berdua ‘kan tertawa lagi
Tangis air mata akan pergi
Ini ‘kan terlewati, tak ada yang sendiri
Kupastikan kita bahagia lagi

Sampai kutemukan caraku untuk lupakanmu pergi dan hidup mati rasa
Pastikan aku untuk menunggumu sampai pada palung kecewa
Bila pada akhirnya kita menjadi asing pada kata bahagia
Sialnya, sayangnya, sialnya, aku akan tetap percaya
Suatu kala nanti

Bila nanti kita berdua telah bahagia lagi
Tiada lagi ruang tempat untuk
Ku terlatih mengerti kala sedih temani
Ku tak masalah asal kau di sini

Dan mungkin kita berdua ‘kan tertawa lagi
Tangis air mata akan pergi
Ini ‘kan terlewati, tak ada yang sendiri
Kupastikan kita bahagia lagi

Kupastikan kita bahagia lagi