Lirik Lagu Padi Reborn – Berbalik Arah

Azka Fachri
Fadli Padi Reborn
Fadli Padi Reborn

Rubrik.co.id – Berbalik Arah merupakan salah satu lagu yang terdapat dalam album “28” milik Padi Reborn, yang dirilis pada awal tahun 2026.

Album ini menandai perjalanan musikal Padi Reborn dengan nuansa yang lebih reflektif dan emosional, dan “Berbalik Arah” menjadi salah satu lagu yang paling menonjol karena liriknya yang jujur dan menyentuh.

Secara keseluruhan, “Berbalik Arah” adalah lagu tentang kesadaran diri, penyesalan, dan keikhlasan.

Lagu ini menyampaikan pesan bahwa mencintai juga berarti berani mundur ketika kehadiran kita justru menyakiti. Berbalik arah bukan tanda menyerah, melainkan bentuk kedewasaan untuk menghargai keputusan dan perasaan orang lain.

Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna, Padi Reborn menghadirkan lagu yang sangat relevan dengan realitas hubungan manusia.

“Berbalik Arah” bukan hanya tentang perpisahan, tetapi tentang keberanian mengakui kesalahan dan menerima konsekuensi dengan lapang dada.

Lagu ini menjadi salah satu refleksi emosional paling kuat dalam album “28”, dan mampu menyentuh pendengar yang pernah berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan.

Lagu ini dibuka dengan suasana sepertiga malam, waktu yang sering dikaitkan dengan keheningan dan perenungan mendalam.

Tokoh dalam lirik digambarkan masih bertahan dalam kegelisahan, meski tubuh dan pikirannya sudah lelah.

Ada dorongan untuk pulang, namun juga keinginan kuat untuk tetap menghadap seseorang yang sangat berarti baginya.

Kondisi ini mencerminkan konflik batin antara rasa tanggung jawab, penyesalan, dan harapan terakhir agar hubungan yang retak masih bisa diperbaiki.

Bagian reff menjadi pusat emosi lagu. Di sana tergambar dua kemungkinan yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, tokoh lagu masih ingin bersama dan berharap malam bisa “berlabuh panjang”, seolah waktu dapat menunda perpisahan. Namun di sisi lain, ia juga menyiapkan diri jika esok hari kehadirannya sudah tidak lagi diinginkan.

Istilah berbalik arah menjadi simbol keputusan berat untuk pergi, bukan karena tidak cinta, melainkan karena menghormati perasaan orang yang dicintai.

Lirik-lirik selanjutnya dipenuhi dengan permintaan maaf dan pengakuan kesalahan. Tokoh lagu tidak mencari pembenaran atas sikapnya di masa lalu. Ia mengakui telah menyakiti hati pasangannya dan merasa gagal menghadirkan kebahagiaan dalam hubungan tersebut.

Pengakuan ini membuat lirik “Berbalik Arah” terasa dewasa dan realistis. Lagu ini tidak menempatkan diri sebagai korban, melainkan sebagai pihak yang sadar telah berbuat salah.

Janji Menebus yang Datang Terlambat

Ada tekad kuat untuk menebus semua kesalahan dan memperbaiki keadaan. Namun, janji tersebut dibayangi oleh kemungkinan penolakan.

Jika memang sudah tidak diinginkan lagi, tokoh lagu siap menerima kenyataan dan memilih pergi.

Di sinilah letak kekuatan emosional lagu ini: penyesalan sering kali datang ketika kesempatan hampir habis.

Pengulangan kalimat permohonan maaf di bagian akhir lagu bukan sekadar pengisi lirik.

Repetisi tersebut menggambarkan rasa bersalah yang terus berputar, seolah permintaan maaf itu diucapkan berulang-ulang tanpa pernah tahu apakah akan diterima atau tidak.

Bagian ini menjadi puncak emosional lagu, mempertegas betapa dalam luka dan penyesalan yang dirasakan.

Lirik Lagu Berbalik Arah – Padi Reborn

Di sepertiga malam ini, aku masih bertahan
Namun kaki ini memaksa, arah jalan pulang
Meski penat mengganggu tubuh, mengusik bimbangku
Kuabaikan semua ini, tuk menghadapimu

Bila malam ini berlabuh panjang
Aku masih ingin bersamamu
Bila esok kau tak lagi berkenan
Ku kan berbalik arah

Maafkan aku yang tak pernah menyenangkan hidupmu
Ku coba untuk bisa menebusnya kali ini
Bahwasanya akupun telah menyakiti hatimu
Tak ada yang bisa kubuat tuk memperbaikinya

Bila malam ini berlabuh panjang
Aku masih ingin bersamamu
Bila esok kau tak lagi berkenan
Ku kan berbalik arah

Aku tau memang aku yang salah
Ku bersumpah akan menebus semua
Andaikan memang tak inginkan lagi
Ku kan berbalik arah

Bila malam ini berlabuh panjang
Aku masih ingin bersamamu
Bila esok kau tak lagi berkenan
Ku kan berbalik arah

Aku tau memang aku yang salah
Ku bersumpah akan menebus semua
Andaikan memang tak inginkan lagi
Ku kan berbalik arah

Maafkanlah aku, menyakiti hatimu
Maafkan diriku, melukai hatimu
Maafkanlah aku menyakiti hatimu, menyakiti hatimu

Maafkanlah aku, menyakiti hatimu
Maafkan diriku, melukai hatimu
Maafkanlah aku menyakiti hatimu

Maafkanlah aku, menyakiti hatimu
Maafkan diriku, melukai hatimu
Maafkanlah aku menyakiti hatimu

Maafkanlah aku, menyakiti hatimu
Maafkan diriku, melukai hatimu
Maafkanlah aku menyakiti hatimu

Maafkanlah aku, menyakiti hatimu
Maafkan diriku, melukai hatimu
Maafkanlah aku menyakiti hatimu, menyakiti hatimu