Berkeliaran, 15 Pasien ODP Corona di RSUD Bulukumba Resahkan Warga

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Sebanyak 15 Orang Dalam Pengawasan (ODP) virus corona dikaratina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Mereka adalah  jemaah tabligh Kluster Ijtima Gowa, yang merupakan rekan dari TU yang dijemput di mushallah yang berada di sekitar Jalan Lanto Dg Pasewang, dekat Kantor Dinas Pariwisata Bulukumba karena positif Virus Corona.

TU dinyatakan positif terjangkit virus Corona, setelah hasil tes Swabnya dinyatakan positif dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Sayangnya, isolasi yang dilaksanakan di RSUD Bulukumba itu membuat resah warga sekitar, pasalnya mereka berkeliaran dan tidak ingin diam di kamar Seruni RSUD Bulukumba yang disulap menjadi tempat isolasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerinda Muh Bakti saat rapat paripurna, dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggu Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2019, di Ruang Paripurna Sekretariat DPRD, Kamis, 23 April 2020.

Bakti mengaku mendapatkan laporan dari perawat dan warga sekitar RSUD Bulukumba, yang mengaku resah jika ke 15 ODP ini terpapar Virus Corona dan menyebarkan ke warga sekitar.

” Masyarakat menyampaiakan jika jika 15 ODP ini kadang jalan keluar dari ruang isolasi, warga ketakutan,”
kata Muh Bakti.

Untuknya itu, dia berharap besar pemerintah mencari solusi, bahkan jika Pemkab ingin menambah anggaran untuk Virus Corona ini, Gerinda kata Bakti siap mendukung.

” Kalau Rp 26 Miliar ini tidak cukup untuk menangani virus corona, kami di Gerindra akan mendukung untuk penambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini,” tegas Bakti.

Hanya saja, legislator Dapil Gantarang-Kindang ini berharap bantuan yang disalurkan buat masyarakat bisa merata.

” Tapi saya perlu ingatkan, jangan sampai hanya segenlitir orang saja yang dapat, lebih banyak yang tidak kebagian,” kata Bakti.

Humas RSUD Bulukumba Gumala Rubiah yang dikonfirmasi membenarkan jika beberapa ODP corona keluyuran dari tempat isolasinya.

Hanya saja sekarang tidak lagi, pasalnya RSUD telah meminta bantuan dari TNI untuk membantu mengawasi.

” Awalnya ada berkeliaran, tapi sekarang sudah ada pengamanan. Ada dari TNI dan security yang mengawasi,” tulis Gumala melalui akin WhatsAppnya.(*)

Komentar