RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Empat orang warga berprofesi nelayan asal kecamatan Bontobahari kabupaten Bulukumba diamankan polisi karena telah melakukan tindakan penutupan jalan poros Bira tepatnya pertigaan SMK 6 Bulukumba di Dusun Biralohe Desa Darubiah Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Senin 11 Mei 2020.
Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta melalui kasat Reskrim AKP Berry Juana Putra mengatakan empat nelayan asal kecamatan Bontobahari tangkap polisi.
Ke empat nelayan adalah Aldianto Bin Herman Ibrahim (18) warga Desa Ara, Wiwin Wahyudi bin Trajuddin (15) warga Desa Ara, Niswar bin Amiruddin (19) warga Desa Darubiah dan Ahmad Sukarji bin Amiruddin (19) warga Kelurahan Lemo-Lomo kecamatan Bontobahari .
Adapun kronologis penangkapan terhadap keempat pelaku berawal senin 11 Mei 2020 sekitar pukul 02.00 wita, Bripka Adiman anggota Pos Pol Polair Desa Bira di telpon oleh sopir mobil selayar bahwa ada 4 orang tidak dikenal merintangi/ menutup jalan poros bira (TKP) dengan menggunakan batu dan kayu serta tidak membiarkan kendaraan untuk melintas.
Mendengar laporan tersebut selanjutnya Bripka Andi Adiman bersama-sama dengan lelaki Dimman menuju TKP dan sesampainya disana langsung mengamankan ke 4 (empat) pelaku penutupan yang mana telah ditemukan 2 (dua) senjata tajam jenis busur di lokasi.
Usai diamankan 4 pelaku kemudian dibawa ke posko covid -19 dimana para pelaku mengendarai kendaraannya dengan berboncengan namun dalam Perjalanan ke posko relawan covid -19, lelaki Niswar yg berboncengan dgn lelaki Aco melarikan diri.
Sekitar pukul 03.00 wita, KASPK dan piket reskrim menuju posko relawan covid -19 yg terletak dijalan poros pasir putih didepan kantor desa bira, selanjutnya membawa 2 (dua) org pelaku yakni lelaki Aldianto dan lelaki Wiwin Wahyudi yang telah diamankan ke Mapolsek Bontobahari.
Sementara pada pukul 05.00 wita bertempat di kampung tukombo lingkungan lemo-lemo kelurahan Tanah lemo petugas berhasil menemukan 2 (dua) pelaku dirumah lelaki Aco sedang tidur selanjutnya kedua pelaku di gelandang kemapolsek Bontobahari.
Saat di introgasi polisi lelaki pelaku Niswar dan lelaki Aco bahwa saat hendak ke pelabuhan bira untuk menguras air dikapalnya namun dalam perjalanan tepatnya di posko relawan covid ia diberhentikan oleh relawan posko dan tidak dibiarkan lewat dengan alasan bahwa sudah lewat waktu selanjutnya diarahkan untuk putar balik.Namun pada waktu yg bersamaan ada 2 (dua) kendaraan truk tetap dikasi lewat menuju arah pelabuhan bira.
Katena kecewa atas kejadian tersebut selanjutnya para pelaku pulang hati kesal dan didalam perjalanan tepatnya di pertigaan SMK 6 Bulukumba mereka pun berhenti dan membalas dengan menutup jalan poros bira dengan batu dan kayu, dan pada saat kendaraan hendak melintas mereka pun menyuruh putar balik kendaraan namun pada saat itu lelaki Niswar memegang busur ditangan kirinya.
Untuk barang bukti senjata tajam jenis busur lelaki Niswar mengaku busur yang dirinya bawah bukan untuk dipergunakan mengancam atau untuk meminta uang kepada para pengemudi.
Tidak lama para pelaku melakukan penutupan jalan, mereka pun diamankan oleh anggota polair yg mendatangi TKP namun lelaki Niswar yang memegang busur pada waktu itu langsung membuang busurnya ke pinggir jalan.
“Maksud dan tujuan dari pelaku menutup jalan agar org bira tidak bisa melintas menuju tukombo begitu pun kendaraan yg hendak masuk ke bira, ” Ujar kasat Reskrim.
Hasil penyelidikan polisi sementara motif dari kejadian penutupan jalan ini karena sangat kecewa dengan tindakan relawan posko covid karena tidak membiarkannya lewat menuju pelabuhan untuk mengotrol kapalnya padahal mereka setiap hari lewat dan terkesan pilih-pilih padahal mereka adalah orang asli kecamatan bontobahari.(**)
Komentar