Minim Lahan Parkir, Toko Depan Pasar Sentral Bulukumba Jadi Penyebab Kemacetan

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Parkir kendaraan di sembarangan tempat masih terlihat di beberapa titik jalan di Kota  Bulukumba, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya lahan parkir yang disiapkan oleh pemilik toko, bahkan rambu-rambu larangan parkir yang sudah terpasang tak diindahkan oleh pemilik kendaraan memarkirkan kendaraannya.

Pemandangan parkir sembarangan itu tentu menimbulkan badan jalan sempit dan membuat kemacetan jalan raya. Persoalan tersebut tampaknya terkesan dibiarkan saja oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bulukumba, serta pengawasan personel di lapangan juga tak terlihat. Sehingga pemilik kendaraan semena-mena memarkir kendaraannya pada lokasi itu.

Pantauan Rubrik.co.id Minggu 12 Juli 2020 parkir liar itu terlihat di sepanjang jalan Samratulangi tepatnya depan pasar sentral Bulukumba mulai dari mobil angkutan, pribadi bahkan mobil truk pengangkut barang yang tiap hari bongkar muat muatan.

Dedi (27) salah seorang pengendara yang lewat berharap kepada instansi terkait untuk menindaknya, agar pemilik kendaraan jera dan mereka tak mau memarkirkan kendaraan pada lokasi terlarang.

“Kami juga berharap pemerintah kabupaten dalam hal dinas perhubungan bisa memberikan sanksi tegas kepada kendaraan yang parkir termasuk surat teguran kepada pemilik toko agar tidak melakukan bongkar muat barang di tepi jalan,” Kata Dedi.

Hal senada disampaikan Musakkir (44) selaku pengendara meminta kepada Pemkab untuk mengawasi parkir liar di beberapa titik dalam kota Bulukumba, dan mencarikan solusi agar tidak terjadi lagi kemacetan khususnya depan pasar sentral Bulukumba yang terjadi hampir tiap hari.

Selain di Samratulangi beberapa kawasan yang banyak dijumpai parkir sembarangan, diantaranya jalan Andi Sultan Daeng Raja, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Jalan Cendana, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Jenderal Sudirman dan beberapa jalan lainya.

Di jalan Andi Sultan Daeng Raja misalnya, jika waktu siang hari, akan terjadi kemacetan, Banyak pengendara parkir sembarangan, ditambah tidak ada lahan parkir yang disiapkan pemilik toko, sehingga tambah memacetkan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Bulukumba Haerul Nurdin yang dikonfirmasi Rubrik.co.id Minggu malam 12 Juli membenarkan hal tersebut kalau kemacetan didepan pasar sentral Bulukumba salah satunya disebabkan bongkar muat barang milik sejumlah toko.

“Benar sampai saat ini masih kerap macet disana karena pemilik kendaraan masih terkesan membandel,” Ujar Haerul Nurdin.

Namun Haerul Nurdin mengatakan kalau awalnya dirinya telah mengusulkan kepada pemilik toko untuk tidak membongkar muat pagi sampai siang hari.

Bahkan Haerul telah meminta kepada para pemilik toko depan pasar sentral untuk melakukam bongkar muat dalam terminal induk Bulukumba.

“Kita telah meminta agar bongkar muat barang dalam terminal pada bulan Februari 2020 lalu namun karena covid-19 sementara kita belum berlakukan” Ujarnya.

Bongkar muat dalam terminal sudah pernah dilakukan namun karena mobil pengangkut barang yang berukuran besar sehingga tidak bisa masuk terminal.

” Sudah pernah kita jalankan dalam terminal namun ada beberapa mobil yang tidak bisa masuk terminal karena ukuran mobil,” Katanya.

Namun Haerul berjanji kembali akan mencarikan solusi terkait dengan masalah ini.(**)

Komentar