Jika Andi Utta-Edy Manaf Terpilih di Pilkada 2020, Petani dan Nelayan Sejahtera

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Kontestasi Pilkada Bulukumba 2020, bakal dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang.

Saat ini, para bakal pasangan calon sudah mulai aktif melakukan sosialisasi untuk menarik simpati pemilih.

Salah satunya dilakukan oleh Bapaslon Andi Muchtar Ali Yusuf – Andi Edy Manaf.

Pasangan bertagline ‘Dikerja Bukan Dicerita’ itu, sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilkada Bulukumba.

Niatan yang sama, yakni ingin mensejahterakan masyarakat, membuat pasangan yang memiliki latar belakang pengusaha dan politisi ini akhirnya mantap berpaket.

Program-program yang mereka tawarkan sangat sederhana, namun menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.

Apalagi dalam proses pemulihan perekomonian ditengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan, kondisi perekonomian di Bulukumba jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mengalami pelambatan pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Laju pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan setiap tahunnya.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang memiliki kontribusi terbesar dalam PDRB Bulukumba.

“Pertumbuhan kategori itu pada tahun 2018 hanya sebesar 0,05 persen. Sebelumnya pada tahun 2017 pertumbuhannya mencapai 5,34 persen,” kata Andi Muchtar Ali Yusuf.

Olehnya itu, jika terpilih kelak, ia dan Edy Manaf bakal mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui percepatan usaha agribisnis dan agroindustri.

Tentunya yang berdaya saing dan berbasis pada ekonomi kerakyatan dengan menjaga keseimbangan sumber daya alam dan lingkungan.

Ia juga bakal menciptakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada berbagai sektor dan wilayah.

“Tentunya kita akan mengiptimalkan potensi sumber daya lokal pada sektor pertanian secara umum,” tambahnya.

Olehnya, pemerintah harus hadir menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani, pun menyiapkan bantuan untuk nelayan.

Termasuk juga perbaikan irigasi pertanian, sehingga sumber pengairan petani bisa maksimal.

“Petani biarlah fokus untuk melakukan peningkatan hasil pertanian mereka, tanpa harus dibebankan untuk memikirkan ketersediaan pupuk dan semacamnya,” jelasnya. (**)

Komentar