Pasien Corona Bertambah 8 Orang di Bulukumba, Sebagian Warga Terkesan Tak Peduli

Rubrik Redaksi

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pasien positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Bulukumba terus bertambah. Anehnya di sejumlah lokasi termasuk pusat perbelanjaan dan tempat nongkrong warga malam hari terpantau ramai sebagian warga terkesan tak peduli dengan ancaman virus mematikan tersebut.

Pantauan Rubrik.co.id beberapa malam terahir tepatnya dilapangan pemuda , pertokoan berkativitas seperti biasa. Bahkan kendaraan banyak lalu lalang. Ada warga menggunakan masker. Ada juga tidak. Bahkan banyak toko tidak menyiapkan tempat cuci tangan seperti imbauan pemerintah.

Di pasar tradisional baik ramai. Seperti tidak ada wabah Covid-19. Penjual banyak yang tidak menggunakan masker. Tidak hanya itu masyarakat yang masuk di pasar tidak diwajibkan mencuci tangan.

Aktivitas kendaraan di beberapa ruas jalan dalam kota seperti jalan Jenderal Sudirman, Jalan Andi Sultan , Lanto Daeng Pasewan terpantau lebih padat dari biasanya.

Herman, salah satu warga Bulukumba mengaku heran dengan situasi ini.

“Pasien positif bertambah banyak, sementara masyarakat tidak ada kesadaran. Tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Dia mengusulkan pemerintah bertindak tegas. Semua masyarakat yang beraktivitas di luar rumah wajib pakai masker.

Dia berharap pemerintah harus memerintahkan Dishub menilang kendaraan jika kedapatan sopir atau penumpangnya baik mobil pribadi dan angkutan umum tidak menggunakan masker.

Pertokoan juga harus diberikan instruksi tidak menerima pembeli kalau tidak menggunakan masker. Kalau kedapatan diberikan sanksi pencabutan izin. Begitu juga di pasar tradisional. Dengan begitu warga akan disiplin dengan sendirinya,” ungkapnya.

Senin siang tadi 8 Juni 2020 melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, yang diumumkan langsung ketua Gugus, Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali mengumumkan sedikitnya, ada 8 orang tambahan warga Bulukumba terpapar virus Corona atau Covid19.

Pemerintah kabupaten Bulukumba mengeluarkan pemberitahuan mengejutkan soal adanya tambahan kasus mendadak positif terpapar virus Corona sebanyak 8 kasus per, Senin 8 Juni 2020.

Dari delapan orang tersebut, 6 diantaranya adalah tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskemas Tanete sebanyak 3 orang dan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja sebanyak 3 orang. Tambahan lainnya adalah 1 orang umur 3 tahun yang merupakan anak dari Nakes Puskesmas Tanete dan 1 orang lagi bertugas sebagai Cleaning Servis Puskesmas Tanete.

Mereka merupakan kasus transmisi lokal dari pasien positif sebelumnya yakni pasien 011 alamat Tanete Kecamatan Bulukumpa dan pasien 012 alamat Bintarore Kecamatan Ujungbulu.(**)