Rubrik.co.id – Alma Esbeye telah membawakan Medley Sholawat 6 bersama An Nuriya II dalam format live religi bernuansa sholawat.
Penampilan ini disajikan secara langsung dengan fokus pada lantunan pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW.
Medley sholawat tersebut menggambarkan cinta, kerinduan, serta penghormatan mendalam umat kepada Rasulullah.
Video live Medley Sholawat 6 tayang perdana pada Jumat, 17 Januari 2026 di platform YouTube.
Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, tayangan ini telah disaksikan sebanyak 325.874 kali.
Karya religi tersebut kini menempati posisi trending musik nomor 22.
Penampilan Live Religi Khidmat
Penampilan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al Baqoroh Lirboyo dengan suasana yang terasa khidmat sejak awal.
Nuansa religius semakin kuat berkat dukungan aransemen musik sederhana bernuansa Timur Tengah.
Instrumen oud dan keyboard digunakan untuk mempertegas atmosfer spiritual sepanjang sholawat dilantunkan.
Kekhusyukan penampilan menjadi pusat perhatian penonton yang menyaksikan secara langsung maupun daring.
Acara ini disebut banyak penikmat sebagai momen religius yang menenangkan sekaligus penuh makna.
Sholawat yang Dirangkai dalam Medley Ini
Berbeda dari lagu tunggal, sebuah medley menyusun beberapa sholawat menjadi satu rangkaian yang mengalir tanpa jeda.
Sholawat yang dipilih dalam Medley Sholawat 6 adalah pujian yang sudah lama hidup di tradisi pesantren dan majelis maulid, bukan karya baru yang ditulis untuk penampilan ini.
Rangkaiannya dibuka dengan pujian atas cahaya Nabi yang menembus langit, sebuah rujukan pada peristiwa Isra Mikraj. Baris pembukanya berbunyi “Shollu ala nuurilladzi ‘arojas samaa”, yang berarti haturkan salam pada sang cahaya yang menembus langit.
Bagian berikutnya bergeser ke keutamaan bersholawat itu sendiri, yakni gagasan bahwa orang yang melantunkan salam kepada Nabi termasuk golongan yang beruntung.
Tema Kerinduan dan Perjalanan ke Madinah
Setelah bagian pembuka, medley bergerak ke tema kerinduan. Di sinilah muncul lantunan “Habibi ya Rasulallah” yang paling dikenal jemaah dan biasanya diikuti bersama-sama.
Tema perjalanan menyusul sesudahnya. Liriknya menggambarkan kerinduan untuk menuju Thaibah, sebutan lain bagi Kota Madinah, dengan ruh yang seolah terbang mendahului raga.
Bagian penutup medley berpindah ke bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi. Perumpamaan yang dipakai adalah bulan purnama yang cahayanya menerangi timur dan barat.
Susunan seperti ini membuat medley terasa naik secara bertahap, dari pujian, ke kerinduan, lalu ke perayaan kelahiran.
Menyaksikan Versi Resminya
Rekaman lengkap Medley Sholawat 6 beserta lantunan penuhnya dapat disaksikan langsung melalui kanal YouTube resmi Alma Esbeye.
Menonton versi resminya juga berarti mendukung penampil dan penyelenggara acara secara langsung.
Bagi yang ingin mengikuti bacaannya, teks sholawat tradisional ini umum tersedia di kitab maulid dan himpunan sholawat yang dipakai di majelis.






