Musim Pilkada, Anugerah21 Digital Printing Bulukumba Banjir Pesanan

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Mulai meningkatnya suhu politik menjelang pemilu serentak 2020 membawa berkah bagi pengusaha digital printing  di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, karena pesanan produk mulai meningkat.

“Mulai banyak pesanan kalender, spanduk,baliho, stiker mobil dan atribut lainnya. Ini tentu menguntungkan bagi pelaku usaha seperti kami,” kata owner Anugerah21 digital printing Hasan Basri, di jalan Pahlawan Desa Taccorong kecamatan Gantarang Kamis 6 Agustus 2020.

Pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati memang baru akan dilaksanakan beberapa bulan lagi, namun geliat politik mulai terasa. Partai politik makin gencar melakukan rapat konsolidasi sehingga memerlukan atribut seperti , spanduk, bendera, baliho dan lainnya.

Tokoh-tokoh yang diprediksi akan maju dalam pemilu legislatif, juga mulai gencar mensosialisasikan diri. Dari mereka, berbagai pesanan datang seperti kalender, brosur, stiker dan lainnya sebagai bentuk sosialisasi diri.

Peningkatan omzet terasa sejak dua bulan terakhir. Hasan Basri atau sering disapa Hasan  memprediksi, tren peningkatan akan terus terjadi hingga puncaknya menjelang pemilu serentak 2020 tahun ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Hasan yang juga anggota polisi yang bertugas di mapolres Bulukumba ini  sudah menyiapkan stok bahan yang diperkirakan banyak dipilih pelanggan. Selain atribut bernuansa politik, juga ditempatnya menyiapkan jasa pembuatan Neon Box, , brending motor, mobil, cetak foto ukuran besar dan lainya dengan menggunakan mesin yang memang didatangkan dari luar negeri.

Bahkan Hasan mengaku saat ini pesanan bukan hanya datang dari Bulukumba bahkan jasa digital printingnya mulai menembus beberap provensi diantaranya kalimantan, kendari, Papua bahkan beberapa provensi lainya.

“Alhamdulillah sekarang pesanan bukan hanya di kabupaten di Sulsel saja, bahkan ada beberapa kabupaten diluar povensi yang juga menggunakan jasa kami,” Katanya.

Menurut Eko, peluang usaha percetakan masih terbuka lebar. Pertumbuhan ekonomi dan pesatnya kemajuan Kabupaten Bulukumba berimbas pada meningkatnya permintaan produk-produk percetakan.

Kendala saat ini adalah makin ketatnya persaingan sehingga masing-masing pelaku usaha menerapkan standar harga berbeda. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi pelaku usaha yang baru merintis dengan modal terbatas.

Untuk menghadapai situasi itu, pelaku usaha harus terus melakukan inovasi agar dapat menarik minat pelanggan. Dengan ketekunan, Hasan yakin pelaku usaha bisa terus bertahan, berkembang dan maju

Namun anggota berpangkat Aipda ini mengaku dalam pandemi covid-19 seperti saat ini, usaha yang dirintas tiga tahun lalu sempat lesu selama dua pekan awal mula pandemi corona masuk Bulukumba, namun setelah itu usahanya kembali normal.

“Sempat saat awal-awal corona masuk di Bulukumba pesanan kurang dan sepi namun tidak lama kemudian perlahan-lahan kembali normal sampai saat ini,” Ujarnya.

Bahkan dirinya mengaku telah mempekerjakan sekitar 7 orang karyawan , dan akan segera membuka usaha tempat penjualan vareasi mobil yang ada disamping tempat usahanya.

Mengenai omset , Hasan Basri mengaku untuk saat ini omset perbulan mencapai Rp. 100 juta rupiah.

“Kalau hitungan kotornya bisa Rp. 100 juta dan untungnya perbulan bisa mencapai Rp. 50 Juta untuk saat ini,” Kata Hasan.

Dirinya mengaku saat merintis usahanya tiga tahun lalu dirinya bersama istri mengaku banyak melewati pahit manis , namun karena kerja keras  akhirnya saat ini usahannya semakin maju. (**)

Komentar