Syahruni Haris Tabuh Genderang Ajakan Dukungan Keluarga ke Harapan Baru

Rubrik Redaksi

RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Ketua DPC Partai Gerindra Bulukumba Syahruni Haris menabuh genderang ajakan keluarga besarnya di Dusun Kalakae, Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, untuk memilih Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Keluarga besar saya ada di sini. Dan saya datang meminta dukungan keluarga untuk memilih pasangan calon nomor 4 Andi Utta-Andi Edy Manaf nantinya,” katanya, saat mendampingi kampanye dialogis calon bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Selasa 27 Oktober 2020

“Appa sulapa kipauangngasei keluargayya. Iya nunjoke nadukung ampua, Andi Utta. Punna arrakki ammile bupati lebih baik ke depan. Artinya, empat penjuru kisampaikan keluarga. Bahwa cucuta (Syahruni Haris, red) mendukung Andi Utta. Kalau mauki memilih bupati lebih baik,” tambahnya.

Ia mengurai bahwa keduanya Andi Utta-Edy Manaf merupakan orang baik, dan orang baik akan selalu bersama orang baik pula. “Itulah sebab saya ajakki memilih Andi Utta-Edy Manaf, karena saya yakin keduanya orang baik,” kata Syahruni.

Di tempat yang sama, Ibu Irma yang mengaku tante dari Syahruni Haris menjelaskan bahwa dari awal dirinya memang sudah mendukung pasangan nomor urut 4 itu.

Ditambah lagi, kedatangan Syahruni Haris membuatnya semakin yakin dengan arah dukungannya tersebut. “Dari awal saya memang mendukung Andi Utta Edy Manaf. Alasannya, saya pikir pak Andi Utta dan pak Andi Edy Manaf bisa bertanggungjawab,” ujar Irma.

Keluarga Syahruni lainnya, Hj Jusmiati optimistis pasangan yang diusul oleh partai Gerindra, PAN, PKS dan Berkarya itu dapat memenangkan Pilkada Bulukumba.

“Insya Allah Harapan Baru menang di sini. Kedatangan pak Andi Edy kampanye di waktu orang beraktivitas, makanya hanya sekitar 40an yang hadir. Seandainya malam, saya yakin lebih banyak lagi yang hadir,” jelasnya.

Jusmiati berdarap ke depan jika Andi Utta-Edy Manaf diberi amanah memimpin Bulukumba, keduanya dapat melakukan inovasi terhadap pemberdayaan Ibu-ibu Rumah Tangga.

“Ibu-ibu di sini kebanyakan Ibu Rumah Tangga. Kadang ada pebisnis, tapi kurang cukup modal,” jelasnya.(**)