Sarana dan Prasarana Tak Memadai , Sampai Keterlambatan Pembayaran Insentif Petugas Damkar Bulukumba 

Rubrik Redaksi
IMG 20211111 31421
Ketfo : Anggota Damkar Bulukumba saat berfose didepan mobil operasional pemadam kebakaran

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengakui masih minimnya sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang dimiliki oleh Kabupaten Bulukumba.

Peristiwa kebakaran yang menimpa Mall Wisata UIT yang terjadi pada Selasa, 9 Nopember 2021, kemarin, juga turut menyulut perbincangan publik, bukan hanya soal dampak yang ditimbulkan tetapi juga soal bagaimana kerja keras dari para pasukan Damkar.

Pasalnya, dengan menggunakan sarana dan prasarana sederhana mereka berhasil menyelamatkan 9 orang yang sempat terpojok oleh ganasnya api yang melalap satu-satunya mall di Kabupaten Bulukumba itu.

Alat yang biasanya digunakan untuk memasang lampu jalan oleh Dinas PUPR tersebut digunakan oleh Damkar untuk menyelamatkan nyawa 9 orang yang terjebak di lantai 5 Mall.

Aksi heroik dari pasukan Damkar itu menuai pujian dari banyak masyarakat, namun terlepas dari itu ternyata alat yang digunakan itu adalah pinjaman dari Dinas PUPR.

“Itu alatnya PUPR, kami belum punya memang. Tapi Alhamdulillah dengan alat itu anggota berhasil menyelamatkan korban,” ungkap Kasat Pol PP Damkar, Andi Baso Bintang, saat dikonfirmasi Rabu, 10 Nopember 2021.

Baso Bintang mengakui bahwa memang Damkar minim sarana dan prasarana, selain tangga hidrolik, selang air pemadam kebakaran juga sebenarnya sudah harus diganti karena sudah banyak yang bolong.

“Yang kami butuhkan itu alat habis pakai, seperti selang, masker oksigen, alat pelindung diri, dan lain-lain,” papar Baso.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD Bulukumba, Juandi Tandean, dalam pesan suara yang beredar di WhatsApp, ia menyampaikan apresiasinya kepada petugas Damkar yang berhasil menyelematkan korban dan berhasil memadamkan api.

Juandi juga menyoroti soal sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Damkar, menurutnya di tengah situasi Kabupaten Bulukumba yang saat ini sudah banyak bangunan-bangunan yang bertingkat sudah seharusnya Damkar dilengkapi dengan alat untuk menjangkau gedung tinggi.e

Selain itu, ia juga menyoroti soal insentif dari petugas Damkar, yang menututnya insentifnya kerap tertunda untuk dibayarkan.(**)