RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Setelah persoalan pupuk dialami petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba. Kini petani kembali dihadapkan dengan masalah air untuk mengaliri sawah petani .
Kurangnya debit air yang mengairi irigasi pertanian mengakibatkan sawah petani mengalami kekeringan dan menjadi ancaman panen para petani.
Sulhan 27 Petani di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, mengalami kekewatiran lantaran kondisi irigasi yang tidak mendukung mengakibatkan air tidak mengalir normal menuju lahan pertanian.
Ia mengatakan bahwa sekira puluhan hektare lahan persawahan terancam gagal panen. Kondisi lahan persawahannya kini telah mengalami kekeringan sehingga membuat padi tidak tumbuh dengan baik.
” Air yang mengalir di irigasi tidak banyak, ditambah lagi kondisi irigasi yang belum ditembok. Akhirnya, air hanya meresap di irigasi dan tidak banyak yang sampai di sawah,” kelunya Selasa 8 Februari 2022.
Sulhan menerangkan jika kondisi telah puluhan tahun terjadi. Bahkan sebagian petani menginap di rumah sawah untuk mengawasi air tetap mengalir ke lahannya.
“Kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Cuma dengan cara seperti ini jadi alternatif petani agar sawahnya mendapat air dari irigasi,” keluhnya.
“Kami berharap agar ini bisa menjadi perhatian pemerintah agar petani di desa kami tidak harus diperhadapkan dengan situasi seperti ini setiap tahun. Petani di sini sangat membutuhkan perbaikan irigasi itu,” pungkasnya.
Kepala Bontonyeleng Andi Mauragawali yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau memang kondisi debit air kurang.
” Benar memang kalau debit air kurang , sampai kesehatan petani karena beberapa faktor termasuk banyaknya irigasi yang rusak dari mulai hulu hingga hilir,” katanya.
Ditambahkan mantan anggota DPRD kabupaten Bulukumba ini mengatakan kalau masalah akan gagal panen petani di desanya menurutnya tidak akan terjadi secara luas.
” Kalau gagal panen saya kira tidak, karena semua tanaman padi tetap dialiri air cuman bergiliran,” kata Opu sapaan akrab Andi Mauragawali .
Opu menambahkan kalau kurangnya debit air yang masuk ke sawah petani sebabkan banyaknya kerusakan aliran irigasi induk.
” Banyak irigasi induk yang bocor, jadi itu salah satu penyebabnya sehingga debit air sampai ke irigasi petani,” ujarnya .
Opu mendesak agar pihak PSDA Provensi Sulsel untuk segera menganggarkan untuk melakukan perbaikan irigasi yang rusak di Bontonyeleng.
” Ini kewenangan PSDA Provensi jadi saya berharap bisa menjadi proritas perbaikan tahun ini,” kata Opu.
Opu mengaku kalau persoalan perbaikan irigasi induk Bontonyeleng harus segera dilakukan mengingat irigasi ini mengairi persawahan di dua desa yakni Desa Bontonyeleng dan Pallambarae, kecamatan Gantarang.(**)






