RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Musim kemarau yang berkepanjangan ditambah pekerjaan proyek irigasi induk di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan berdampak bagi warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Kendati pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam kebakaran terua menyuplai air bersih ke sejumlah desa terdampak krisis air namun pasokan air bersih tersebut dinilai masih belum cukup dengan banyaknya warga.
Dengan membawa jerigen atau tempat penampungan air lainnya,kini, hampir tiap hari warga harus bolak balik dari rumah ke sumur yang berada ditengah sawah untuk mengambil air.
Walau sedikit keruh namun air di sumur tengah sawah ini tidak hanya untuk konsumsi dan memasak, tapi juga banyak warga yang memanfaatkan air sumur ini untuk mandi dan mencuci pakaian.
Tidak ada pilihan lain bagi warga selain menggunakan air dari sumur yang berada ditengah sawah ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
” Bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba selama ini tidak cukup lantaran harus dibagi dengan banyak warga di desa saya pak,” kata Usman salah seorang warga Desa Bontonyeleng Minggu 1 oktober 2023.
Usman mengaku kalau sumur-sumur yang ada ditengah sawah dan kebun milik sudah menjadi alternatif selama puluhan tahun lalu saat musim kemarau tiba.
“Lumayan jauh pak saya memikul air untuk saya bawa ke rumah untuk mandi anak-anak saya pada saat pagi hari untuk ke sekolah dan termasuk saya dan istri saya,” kata Usman.
Dirinya dan sejumlah warga hanya berharap musim kemarau segera berlalu dan irigasi induk yang dikerja segera diungsikan agar sumur warga bisa dapat air lagi.(**)






