Daerah  

Pupuk subsidi langka, harga beras meroket

pupuk sriwijaya dok pusri 169
Ilustrasi pupuk

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kenaikan harga beras tak benar-benar dinikmati petani. Modal yang dikeluarkan sangat besar.

Memang ada kenaikan pemasukan. Namun dengan musim kemarau yang baru berlalu, mereka harus menambah ongkos demi mengairi sawah. Belum lagi pupuk yang kesulitan mereka dapat.

Saat ini, harga beras premium tertinggi mencapai Rp13.500.00 sampai Rp14.000.00 ribu per liter.Kendati harga ini masih berpareasi disejumlah pasar di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Mustari 45 salah seorang petani asal kecamatan Gantarang Kamis 29 Februari 2024 mengatakan harga gabah memang menyentuh angka tertinggi sejak Indonesia merdeka. Yakni, di angka Rp8.000 per kg.

Akan tetapi, harga tersebut tidak sebanding dan sepadan dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan pada petani. Sehingga, harga beras yang tinggi saat ini sama sekali tidak dapat dianggap sebagai harta karun bagi petani.

Memasuki musim tanam dan pemeliharaan tanaman padi para petani saat ini sangat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi seperti urea.

” Sudah pupuk langkah sekarang, tambah persediaan beras di rumah sudah sangat minim terpaksa mau tidak mau harus beli beras dengan harga selangit,” Mustari.

Ditambahkan Mustari kalau saat ini para petani di kabupaten Bulukumba sudah sangat membutuhkan ketersediaan pupuk karena ada tanaman padi sudah berumur 1 bulan lebih dan sudah sangat membutuhkan pupuk namun anehnya sangat sulit mendapatkan pupuk.

” Ada lagi kita dapat harganya lagi tinggi, karena berharap stok pupuk juga menipis,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Thaiyeb Maningkasi yang dikofirmasi membenarkan adanya pengurangan kuota pupuk subsidi untuk petani. Bahkan menurutnya, pengurangan pupuk subsidi hingga 50 persen.

“Memang secara keseluruhan berkurang jata pupuk, belum ada penambahan. Bukan hanya di Bulukumba, tapi di seluruh Indonesia,” terangnya dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

Namun, lanjut Thaiyeb, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman telah menjanjikan penambahan kuota pupuk subsidi untuk petani. Selain itu, prosedur pemberian pupuk untuk petani juga akan lebih diserderhanakan.

“Ini hasil pertemuan dengan Mentan di Jeneponto, kemarin. Kalau sebelumnya harus ada kartu tani, nanti itu lebih disederhanakan. Cukup pakai KTP (Kartu Tanda Penduduk). yang penting terdaftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani),” paparnya.

Soal pengurangan jumlah keanggotaan kelompok tani, Thaiyeb mengaku belum menerina informasi terkait hal itu. Ia akan berkoordinasi dengan pejabat yang menangani kelompok tani.(**)