Harga Gabah Anjlok Ditengah Mahalnya Beras di Bulukumba

2312024222548
Ilustrasi petani bawah gabah

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Jelang panen raya, harga gabah tingkat petani di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Kondisi tersebut berbalik dengan tingginya harga beras di pasaran. Hal ini membuat petani tak bisa menikmati hasil panen pertama tahun ini.

Para petani yang hari-hari ini sedang panen untuk pertama kalinya adalah petani yang ada di Gantarang, Rilau Ale Panen padi pertama pada awal pertengahan Maret ini tak dirasakan manis oleh petani yang ada di Desa Bontonyeleng meskipun harga beras di pasaran tinggi. Harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat menembus harga Rp 5700 per kilogram, kini anjlok di harga 5200 perkilogram.

“Kapan hari memang sempat tembus Rp 5700 perkilogram namun satu hingga 2 hari kemudian turun ke Rp5300 hingga Rp3200 dan diprediksi akan terus turun,” ujar Hatta seorang petani asal Gantarang.

Hatta mengatakan panen kali ini ia belum mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan harga gabah yang hanya Rp 5200 Anjloknya harga gabah ini, aku Hatta membuat para petani merugi karena tak bisa menutupi biaya produksi saat awal musim tanam, perawatan, pemupukan hingga biaya saat panen.

” Kalau begini bisa saja kita mengutang karena banyak biaya perawatan tanaman mulai racun dan lainya kita mengutang dulu sama pedagang,” katanya.

Kondisi tersebut, tambah Hatta , diperparah dengan biaya produksi yang tinggi karena para petani harus menggunakan pupuk non subsidi dengan harga yang mahal serta langka.

“Belum mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan harga gabah saat ini, seharusnya di atas Rp 7 ribu agar petani bisa merasakan keuntungan lebih,” jelasnya.

Sementara itu dari data yang dihimpun wartawan di pasar tradisional Cekkeng harga beras berpareasi dari harta Rp12.000 perliter hingga Rp13.000 perliter. (**)