RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Prediksi peningkatan hasil panen raya tahun ini belum membuat petani sumringah. Sebab, harga jual gabah kering di tingkat petani turun terus menerus dari Rp5300 per kilogram turun Rp5000 Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan musim panen akhir 2023 yang bisa mencapai Rp6200 kilogram.
”Musim panen kali ini harganya turun. Jadi Rp 5000 per kilogram kering panen di sawah,” ujar Syahrir petani asal Desa Tanah Harapan kecamatan Rilau Ale.
Dengan harga segitu, menurutnya sangat merugikan petani. Biaya tanam dengan kondisi pupuk nonsubsidi yang sangat langkah dan mahal membuat pengeluaran sangat tinggi. ”Ya, kalau sebegitu kasihan rugi. Belum lagi ongkos tanam dan panen. Pasti tidak mendapat untung,” keluhnya.
Hal sama disampaikan Kades Tanah Harapan, kecamatan Rilau Ale Arifin Para yang menyebut harga gabah kering di tingkat petani saat ini sangat rendah.
” Saya juga menduga ada permainan ditingkat tengkulak, apalagi petani saat ini sangat butuh uang untuk lebaran,” ujar Arifin Para kepada wartawan.
Menurut Arifin para dari informasi yang didapatkan dari sejumlah warga di desanya saat ini harga gabah ditingkat petani Rp5000 perkilogram.
” Kasihan padahal petani adalah pahlawan pangan, harusnya disejahterakan,” ucapnya.
Menurut Arifin Para untuk pane raya di desanya diprediksi akan berlangsung antara bulan april dan Mei 2024.
Dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa melihat kondisi ini dirinya hanya berharap agar ada intervensi dari permerintah kabupaten terkait kegelisahan petani. (**)






