Daerah  

Pasokan Air PDAM Bulukumba Macet pelanggan klaim pembayaran iuran Lancar 

462024224158 scaled
Ketfo : Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf saat sidak di PDAM Bontonyeleng, kecamatan Gantarang

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Hampir semua pelanggan di kabupaten Bulukumba , Sulawesi Selatan mengeluhkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mamuju macet meskipun pembayaran iuran bulanan lancar.

Irsan 35 warga kecamatan Gantarang Selasa 6 Mei 2024 mengatakan, pasokan air dari PDAM ke rumah-rumah warga sejak beberapa bulan terakhir ini terbilang tidak lancar bahkan sudah tidak jalan sehingga mengakibatkan sebagian warga terpaksa kesulitan mendapatkan sarana air bersih itu.

“Kami heran saat ini curah hujan tinggi justeru pasokan air bersih dari PDAM buntu-buntu dan bahkan sudah tidak mengalir meskipun iuran bulanan yang dibebankan kepada kami tetap dibayar lunas,” kata dia.

Ia mengemukakan, pasokan air dari PDAM di Kecamatan Gantarang, Ujungloe dan bahkan hampir semua kecamatan dalam beberapa pekan terakhir sudah tidak mengalir.

“Jangan macet ini sudah beberapa Minggu tidak jalanmi air sama sekali tidak ada,” kata Irsan.

Irsan pegawai swasta di kabupaten Bulukumba ini mengemukakan, tidak lancarnya pasokan air bersih ini membuat sebagian warga mengeluh, karena ada beberapa warga pun tak dapat memanfaatkan air sumur karena berwarna kuning dan baunya tak sedap.

Hal senada dikatakan, Kalimuddin warga kecamatan Ujung Loe yang mengalami hal serupa sudah lama air PDAM tidak mengalir.

“Kenapa bisa air dari PDAM tidak lancar?, sedangkan pasokan dari sumber mata air yang dikelola perusahaan daerah ini sangat banyak. Jelas, ada yang tidak beres di PDAM karena tak bisa mengelola sarana air bersih secara benar,” ungkapnya.

Ia menilai, PDAM salah mengurus usahanya sehingga mengakibatkan warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan sarana air bersih.

“PDAM harus diurus oleh orang-orang yang memiliki keahlian pengelolaan air karena ini menyangkut masalah kebutuhan masyarakat banyak,” timpalnya.

Sementara itu anggota DPRD kabupaten Bulukumba Zulkifli Saiye mendesak agar pemerintah kabupaten Bulukumba segera mengambil langkah atau solusi agar keluhan warga terkait air bersih bisa segera teratasi kalau bisa melakukan evaluasi ke PDAM mulai tingkat direktur sampai Keryawan.

Bahkan politisi PDIP kabupaten Bulukumba ini mengatakan kalau pemerintah kabupaten tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan air yang merupakan kebutuhan pokok bagi warga termasuk para pejabat di Pemda.

Harusnya pemerintah kabupaten dalam ini harus ada perhatian kepada rakyat nya masalah pemenuhan kebutuhan dasar air bersih .

Bahkan ada program dari pusat yg perlu di penuhi Pemda Bukukumba yaitu 100 – 0 – 100 yaitu 100% air bersih 0 % kumuh 100% Sanitasi.

Kalau memang direktur PDAM tidak bisa bekerja secara maksimal dalam persoalan ini lebih baik diganti saja dengan yang baru,” tegas Zulkifli.

Sementara itu direktur PDAM Kabupaten Bulukumba Andi Nur Jaya beberapa waktu lalu mengatakan kalau ada banyak pelanggan PDAM yang malas menbayar tagihan setiap bulannya.

Menurut Mantan Dirut PDAM Bulukumba sehebat apapun direkturnya jika tidak ada bantuan penyertaan modal dari pemerintah Jika PDAM sakit parah stadiun 4 ditambah SDM keryawannya yang sangat rendah tidak ada ke pedulian Klke pelanggannya dan penyalagunaan karyawan terhadap perusahaan.

” Intinya komples masalah ini tidak akan menuju Sehat PDAM Bulukumba, tapi jika ada yg bisa menyehatkan tampa bantuan pemerintah, tabe saya berguru dan saya robek-robek penghargaan yang banyak saya miliki dari pemerintah jika mampu membuat PDAM berubah dalam waktu dekat,” katanya

Menurutnya PDAM harus di kasi penyertaan modal seperti waktu dirinya di kabupaten Bantaeng dua periode dari sakit menjadi sehat.

” Namanya sakit ya harus diberi obat ( Modal) karena PDAM cuman operator melancarkan air dan menutup yang pipa yang bocor terhadap Pelanggan,” ucapnya.

Bahkan Andi Nur Jaya mengingatkan jika ada yg mampu membuat normal PDAM tampa bantuan pemerintah dirinyaangkat topi,” tutupnya.(**)