RUBRIK.co.id, BULUKUMBA- Pemerintah kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengumpulkan sekitar 18 kepala desa di wilayahnya Rabu 4 Februari 2025.
Camat Gantarang Ahmad Yusri kepada wartawan melalui telpon selulernya mengatakan kalau hampir semua kepala desa yang ada di kecamatan Gantarang menghadiri rapat pertemuan untuk membahas penyerapan Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Menurut Ahmad Yusri fokus utama pertemuan ini adalah realisasi dana desa sebesar 20% untuk ketahanan pangan, sesuai dengan arahan Peraturan Menteri Desa Republik Indonesia.
Di hadapan kepala desa camat Gantarang Ahmad Yusri menegaskan pentingnya pelibatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara aktif. Hal ini dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan dapat dijalankan secara efektif dan menyentuh langsung masyarakat.
Menurut Ahmad Yusri 20 anggaran desa yang akan digunakan untuk program ketahanan pangan nantinya akan melibatkan langsung BUMDes.
Namun menurutnya Harmonisasi antara BPD dan kepala desa untuk memastikan pengawasan dan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
” Program ini menurut saya sangat baik karena melibatkan langsung BUMDes setiap desa,” Katanya.
Penggunaan dana desa sebesar 20% diarahkan untuk program ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat sebagai objek utama pelaksana. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan warga dan membangun kemandirian desa.
Camat Gantarang juga menekankan bahwa kepala desa harus memahami tanggung jawab sebagai penyelenggara pemerintahan desa, sementara BPD memiliki kewenangan untuk mengawasi pelaksanaan program.
Terakhir pertemuan ini diakhiri dengan diskusi terkait transformasi BUMDes untuk meningkatkan efektivitas layanan kepada masyarakat. Semua pihak yang hadir menyepakati pentingnya sinergi antarstakeholder dalam mengelola dana desa demi kemajuan bersama.
Acara ditutup dengan mengingatkan bahwa perubahan internal desa dan pengelolaan BUMDes harus menjadi prioritas utama untuk mendukung visi pembangunan desa berkelanjutan.***






