Daerah  

Polisi Didesak Tangkap Oknum Tengkulak Nakal Di Bulukumba

Irwan Rubrik
Ilustrasi gabah dan penangkapan tengkulak nakal

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Adanya dugaan permainan harga yang dilakukan oknum tengkulak terhadap petani gabah di Bulukumba mengundang kemarahan para petani dan meminta agar pihak kepolisian menangkap para oknum tengkulak yang permainkan harga gabah.

Mudassir 60 petani asal kecamatan Ujung Loe mengaku kalau harga gabah di wilayahnya menembus angka Rp5.800 perkilogram di tambah pemotongan sampai 10 kilogram perkarungnya.

“Saya minta pihak penegak hukum dalam hal ini polisi menangkap para oknum tengkulak yang permainkan harga gabah petani di Bulukumba,” Ujar Mudassir.

Bahkan pemotongan gabah petani dalam perkarungnya saat dibeli tengkulak hampir terjadi di semua wilayah di kabupaten Bulukumba.

Setiap tengkulak yang membeli gabah petani diwajibkan ada pemotongan bervariasi mulai 5 kilogram bahkan mencapai 10 kilogram dalam perkarungnya.

Hal ini membuat sejumlah petani mempertanyakan adanya pemotongan tersebut yang dinilai sangat berlebihan.

” Sudah dibeli dibawa HPP dipotong lagi 10 kilogram perkarungnya, tengkulak sudah untung 2 kali petani yang rugi,” Ujar Hasan petani asal kecamatan Gantarang.

Sementara itu Ferdi Ansar aktivis Dari Aliansi Pemerhati Tani (Alerta) kabupaten Bulukumba juga mendukung pihak kepolisian untuk menangkap semua oknum tengkulak yang mempermainkan harga gabah petani di Bulukumba.

” Saya mewakili teman-teman dari alerta kabupaten Bulukumba meminta kepada bapak kapolres untuk memerintahkan anggotanya turun kelapangan untuk menghentikan pembodohan terhadap petani yang diduga dilakukan tengkulak,” Kata Ferdi.

Ferdi mengaku banyak menerima laporan dan keluhan petani selain soal harga beli dibawa HPP juga adanya pemotongan gabah yang dilakukan oknum tengkulak terhadap petani saat dilakukan penimbangan dan pembelian.

Sementara itu kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto yang coba dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan.***