RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Seorang pedagang di kecamatan Ujung Loe, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku merugi sampai ratusan juta karena selamatkan selamatkan gabah petani sampai puluhan ton sabtu 19 april 2025.
Arsal pedagang asal kecamatan Ujung Loe kabupaten Bulukumba kepada wartawan mengaku terancam merugi ratusan juta usai gabah 30 ton yang dibeli dari petani rusak parah.
” Gabahnya sudah rusak bahkan rata-rata sudah tumbuh menjadi benih dalam karung karena lama tersimpang di gudang,” Ujar Arsal.
Ditambahkan Arsal harusnya kesalahan tidak serta selalu diarahkan ke pedagang, harusnya petani juga berterima kasih karena gabah mereka yang jelas sudah rusak masi dibeli oleh pedagang.
” Petani seolah-olah selalu disalahkan pedagang, padahal kita sudah selamatkan gabah mereka biar rusak kita beli juga,” Ujar Arsal.
Saat ini 30 ton gabah rusak yang dibeli dari petani masih tersimpang di gudang penampungan miliknya di kecamatan Ujung loe.
Bahkan gabah yang dibelinya mau di jual dengan harga dibawa pembelian ke petani yakni yakni Rp5.000 per kilogram tidak ada yang berminat untuk membeli.
” 30 ton gabah yang saya beli dari petani sekarang saya mau jual Rp5.000 perkilogram tidak ada yang mau beli , jadi sudah pasti kalau ini tinggal saya sudah sangat rugi,” Ucapnya kepada wartawan melalui telpon selulernya Sabtu malam 19 April 2025.
Menurutnya kendati gabah ini dijemur dan dijadikan beras sudah pasti hasilnya juga akan rusak.
” Kalau kita olah jadi beras, berasnya rusak karena dari awal gabah sudah rusak akan menjadi beras kuning atau hancur kayak tepung terigu” Ujarnya.
Sementara itu sejumlah petani di kabupaten Bulukumba mengaku banyaknya tengkulak yang membeli dibawa harga HPP yakni Rp.6.500 perkilogram.***






