Daerah  

Kapolres Bulukumba Tindak Lanjuti Dugaan Adanya Oknum Tengkulak Permaikan Harga Gabah Petani

Irwan Rubrik
AKBP Restu Wijayanto kapolres bulukumba
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto saat masih menjabat sebagai kapolres Pelabuhan Makassar

RUBRIK.co.id,BULUKUMBA- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto angkat bicara terkait adanya keluhan petani terkait harga gabah dibawa HPP dan pemotongan yang diduga dilakukan tengkulak.

Kepada wartawan kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto mengatakan sudah mendapatkan laporan adanya tengkulak yang diduga permainan harga dan pemotongan gabah petani yang dibeli.

“Iye terima kasih info dan masukannya segera saya cek kondisi di lapangan ya,” Kata Restu Wijayanto.

Diberitakan sebelumnya adanya dugaan permainan harga yang dilakukan oknum tengkulak terhadap petani gabah di Bulukumba mengundang kemarahan para petani dan meminta agar pihak kepolisian menangkap para oknum tengkulak yang permainkan harga gabah.

Mudassir 60 petani asal kecamatan Ujung Loe mengaku kalau harga gabah di wilayahnya menembus angka Rp5.800 perkilogram di tambah pemotongan sampai 10 kilogram perkarungnya.

“Saya minta pihak penegak hukum dalam hal ini polisi menangkap para oknum tengkulak yang permainkan harga gabah petani di Bulukumba,” Ujar Mudassir.

Bahkan pemotongan gabah petani dalam perkarungnya saat dibeli tengkulak hampir terjadi di semua wilayah di kabupaten Bulukumba.

Setiap tengkulak yang membeli gabah petani diwajibkan ada pemotongan bervariasi mulai 5 kilogram bahkan mencapai 10 kilogram dalam perkarungnya.

Hal ini membuat sejumlah petani mempertanyakan adanya pemotongan tersebut yang dinilai sangat berlebihan.

” Sudah dibeli dibawa HPP dipotong lagi 10 kilogram perkarungnya, tengkulak sudah untung 2 kali petani yang rugi,” Ujar Hasan petani asal kecamatan Gantarang.

Sementara itu Ferdi Ansar aktivis Dari Aliansi Pemerhati Tani (Alerta) kabupaten Bulukumba juga mendukung pihak kepolisian untuk menangkap semua oknum tengkulak yang mempermainkan harga gabah petani di Bulukumba.

” Saya mewakili teman-teman dari alerta kabupaten Bulukumba meminta kepada bapak kapolres untuk memerintahkan anggotanya turun kelapangan untuk menghentikan pembodohan terhadap petani yang diduga dilakukan tengkulak,” Kata Ferdi.

Ferdi mengaku banyak menerima laporan dan keluhan petani selain soal harga beli dibawa HPP juga adanya pemotongan gabah yang dilakukan oknum tengkulak terhadap petani saat dilakukan penimbangan dan pembelian.

Sementara itu kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto yang coba dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan.***